Identifikasi Determinan Kejadian Stunting Balita Usia 24–59 Bulan di Puskesmas Ilangata Kabupaten Gorontalo Utara
DOI:
https://doi.org/10.56742/nchat.v5i1.93Abstract
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, khususnya pada balita. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan hingga usia dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi determinan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan. Penelitian observasional analitik menggunakan desain cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 274 balita berusia 24–49 bulan yang dipilih menggunakan metode Simple Random Sampilng. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup riwayat berat badan lahir rendah BBLR, Riwayat Pemberian ASI Eksklusif. Analisis data dilakukan secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total sampel 43 balita 16% mengalami stunting, sedangkan 231 balita, 84% tidak mengalami stunting. Ditemukan adanya hubungan signifikan antara panjang badan lahir rendah PBLR dengan kejadian stunting p = 0.002 serta antara asupan protein dengan stunting p = 0.000. Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara riwayat berat badan lahir rendah BBLR. p = 0.426 maupun riwayat pemberian ASI eksklusif p = 0.490 dengan kejadian stunting. Kesimpulan penelitian bahwa faktor BBLR maupun pemberian ASI eksklusif bukan merupakan determinan utama yang memengaruhi kejadian stunting. Meskipun demikian, kedua faktor tersebut tetap penting untuk diperhatikan dalam upaya peningkatan status gizi anak secara umum, mengingat bukti-bukti dari studi lain yang menunjukkan pengaruhnya dalam jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak.
References
Putri, D. A., & Hidayat, R. (2024). Pengaruh Asupan Gizi dan Pola Asuh terhadap Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan Masyarakat, 12(2), 87–95. [View at Publisher] [Google Scholar]
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2023). Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia 2021–2024. Jakarta: Bappenas. [View at Publisher] [Google Scholar]
World Health Organization. (2023). Global Nutrition Targets 2025: Policy Brief Series. Geneva: WHO. Retrieved from https://www.who.int [View at Publisher]
UNICEF, WHO, & World Bank. (2021). Levels and trends in child malnutrition: Key findings of the 2021 edition. UNICEF. https://www.unicef.org/reports/levels-and-trends-child-malnutrition-2021. [View at Publisher] [Google Scholar]
UNICEF, WHO, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition: Joint child malnutrition estimates – Key findings of the 2023 edition. United Nations Children’s Fund (UNICEF). [View at Publisher] [Google Scholar]
World Health Organization (WHO). (2022). child growth standards: Length/height-for-age, weight-for-age, weight-for-length, weight-for-height and body mass index-for-age: Methods and development. World Health Organization. https://www.who.int/tools/child-growth-standards. [View at Publisher] [Google Scholar]
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2025). Rencana Aksi Nasional Penanggulangan Stunting 2025–2029. Jakarta: Bappenas. [View at Publisher]
GBD 2021 Diseases and Injuries Collaborators. (2024). Burden and attributable risk factors of non-communicable diseases and subtypes in 204 countries and territories, 1990-2021: a systematic analysis for the global burden of disease study 2021. The Lancet. [View at Publisher] [Google Scholar]
Sutriyawan A, Kurniawati Rd, Rahayu S, Habibi J. Hubungan Status Imunisasi Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Stunting Pada Balita: Studi Retrospektif. J Midwifery. 2020;8(2):1–9. [View at Publisher] [Google Scholar]
Nirmalasari NO. Stunting pada anak: Penyebab dan faktor risiko stunting di Indonesia. Qawwam J Gend Mainstreming. 2020;14(1):19–28. [View at Publisher] [Google Scholar]
Sholikhah A, Dewi RK. Peranan protein hewani dalam mencegah stunting pada anak balita. JRST (Jurnal Ris Sains dan Teknol. 2022;6(1):95–100. [View at Publisher] [Google Scholar]
Sinaga TR, Purba SD, Simamora M, Pardede JA, Dachi C. Berat badan lahir rendah dengan kejadian stunting pada batita. J Ilm Permas J Ilm STIKES Kendal. 2021;11(3):493–500. [View at Publisher] [Google Scholar]
Murti FC, Suryati S, Oktavianto E. Hubungan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 2-5 Tahun di Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong Kabupaten Gunung Kidul. J Ilm Kesehat Keperawatan. 2020;16(2):52–60. [View at Publisher] [Google Scholar]
Kemenkes RI. Hasil utama RISKESDAS 2018 [Internet]. Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta; 2018. Available from: [View at Publisher]
Aditianti, A., Raswanti, I., Sudikno, S., Izwardy, D., & Irianto, S. E. (2021). "Prevalensi dan Faktor Risiko Stunting pada Balita 24–59 Bulan di Indonesia: Analisis Data Riset Kesehatan Dasar 2018." Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research), 43(2), 51–64. Studi ini menganalisis faktor risiko stunting pada balita menggunakan data Riskesdas 2018. [View at Publisher] [Google Scholar]
Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo. (2023). Percepat Penurunan Stunting di Provinsi Gorontalo. [View at Publisher]
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. (2024). Sekda Suleman Lakoro Membuka Rakor Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2024. Diskominfo Gorontalo Utara. [View at Publisher]
Rahmawati, R., Kirana, R., Laili, F. J., & Isnaniah, I. (2023). Hubungan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Pekapuran Raya. Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa, 1(8). [View at Publisher] [Google Scholar]
Nanda, K. B., Anggono, S. J., Tjokro, V. S., Putri, D. A., & Santoso, A. L. (2025). Analisis Faktor Risiko Anemia pada Kehamilan Penyebab Stunting pada Anak. Prosiding Seminar Nasional COSMIC Kedokteran, 3, 124–130. [View at Publisher] [Google Scholar]
Anggraeni ZEY, Kurniawan H, Yasin M, Aisyah AD. Hubungan berat badan lahir, panjang badan lahir dan jenis kelamin dengan kejadian stunting. Indones J Heal Sci. 2020;12(1):51–6. [View at Publisher] [Google Scholar]
Waafiroh, B., Iriyani, E., & Sejati, A. (2023). Pengaruh Berat dan Panjang Badan Lahir Rendah terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 1–5 Tahun. Jurnal Ilmu Kebidanan, 10(1). [View at Publisher] [Google Scholar]
Sawitri AJ, Purwanto B, Irwanto I. Birth weight and birth length affecting stunting incident in toddler. Indones Midwifery Heal Sci J. 2021;5(3):325–32. [View at Publisher] [Google Scholar]
Hadju V, Maddeppungeng M. Stunting prevalence and its relationship to birth length of 18–23 months old infants in Indonesia. Enfermería Clínica. 2020;30:205–9. [View at Publisher] [Google Scholar]
Andika F. The Analysis of Stunting Incidence Factors in Toddlers Aged 23-59 Months in the Work Area of the Padang Tiji Community Health Center, Pidie Regency, 2020. Int J Sci Technol Manag. 2021;2(3):642–9. [View at Publisher] [Google Scholar]
Melani, S. C., Astuti, D. P., & Jayanti, K. (2025). Berat Badan Lahir dan Hubungannya dengan Kejadian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di RS Puspa Husada Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Jurnal Bidan Srikandi, 3(1), 45–53. [View at Publisher] [Google Scholar]
Hidayati, N. (2022). Pengaruh Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS). [View at Publisher] [Google Scholar]
Fitriyah, N. (2023). The Relationship Between Anemia in Pregnant Women and the Risk of Stunting. Jurnal SMART Kebidanan, 12(1). [View at Publisher] [Google Scholar]
Setiyaningsih, A., Widyaning, H., Wijayanti, T., & Ningsih, M. S. (2023). Hubungan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Ngemplak. Jurnal Komunikasi Kesehatan, 14(1), 26–36. [View at Publisher] [Google Scholar]
Hadisuyitno J, Riyadi BD. Determinant Factors of Stunting Events of Toddler in Batu City Indonesia. Syst Rev Pharm. 2021;12(1). [View at Publisher] [Google Scholar]
Theresia, Ester, Ahmad Syauqy, Binar Panunggal, Rachma Purwanti, and Nurmasari Widyastuti. 2020. “Karakteristik Keluarga Dan Tingkat Kecukupan Asupan Zat Gizi Sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Baduta.” Journal of Nutrition College 9(1):54–62. [View at Publisher] [Google Scholar]
Dasantos, P. T., Dimiatri, H., & Husnah, H. (2020). Hubungan Berat Badan Lahir dan Panjang Badan Lahir dengan Stunting pada Balita di Kabupaten Pidie. Averrous: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 6(2). [View at Publisher] [Google Scholar]
Hatta, H. (2021). "Analisis Determinan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan." Jurnal Public Health, 2(2), 112–120. [View at Publisher] [Google Scholar]
Buanasita A, Al Ana Amelia Putri Gunawan N, Hatijah M. Check for updates Risk Factors Analysis for Under Five Children with Stunting in Urban and Rural of East Java Province Post Covid-19. In: Proceedings of the 6th International Conference of Health Polytechnic Surabaya (ICoHPS 2023). Springer Nature; 2023. p. 32. [View at Publisher] [Google Scholar]
Thurstans S, Sessions N, Dolan C, Sadler K, Cichon B, Isanaka S, et al. The relationship between wasting and stunting in young children: A systematic review. Matern Child Nutr [Internet]. 2022 Jan 1;18(1):e13246. [View at Publisher] [Google Scholar]
Khotimah, H., et al. (2021). Energy and protein intakes are associated with stunting among preschool children in Central Jakarta, Indonesia: a case-control study. Malaysian Journal of Nutrition, 27(1), 81–91. [View at Publisher] [Google Scholar]
Mustakim MRD, Irawan R, Irmawati M, Setyoboedi B. Impact of Stunting on Development of Children between 1-3 Years of Age. Ethiop J Health Sci. 2022;32(3). [View at Publisher] [Google Scholar]
Aisyah, I. S., & Yunianto, A. E. (2021). Hubungan Asupan Energi dan Asupan Protein dengan Kejadian Stunting pada Balita (24–59 Bulan) di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 17(1), 240–246. [View at Publisher] [Google Scholar]
Ayuningtyas, A., Simbolon, D., & Rizal, A. (2020). Asupan Zat Gizi Makro dan Mikro terhadap Kejadian Stunting pada Balita. Jurnal Kesehatan, 9(3), 445. [View at Publisher] [Google Scholar]
Fadillah, N. A. (2021). Analisis Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 6–23 Bulan di Puskesmas Pekkae Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru Tahun 2020. Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. [View at Publisher] [Google Scholar]
Muhammad, K., Nur, M., & Yuliam, R. (2022). Pemberian ASI Eksklusif terhadap Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kayamanya Kecamatan Poso Kota Kabupaten Poso Tahun 2022. Medika Alkhairaat: Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan, 5(1). [View at Publisher] [Google Scholar]
Shifa, R. N., Sulistiawati, E. E. F., & Ningrum, A. G. (2021). The First 6th-Month Nutritional Status of a Full-Term Child in Exclusive Breastfeeding: A Literature Review. SEAJOM: The Southeast Asia Journal of Midwifery, 7(1), 1–21. [View at Publisher] [Google Scholar]
Samuel, T. M., Zhou, Q., Giuffrida, F., Munblit, D., Verhasselt, V., & Thakkar, S. K. (2020). Nutritional and non-nutritional composition of human milk is modifiable by maternal diet and health. Nutrition Reviews, 78(8), 677–692. [View at Publisher] [Google Scholar]
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Herman Hatta, Franning Deisi Badu, Maesarah, Marselia Sandalayuk

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








