Hubungan Peran Petugas Surveilans dengan Tindakan Masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk

Authors

  • Indra Haryanto Ali Universitas Lambung Mangkurat
  • Imelda Tumulo Jurusan Sanitasi Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Indonesia
  • Bun Yamin M. Badjuka Jurusan Sanitasi Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Indonesia
  • Tumartony T. Hiola Jurusan Sanitasi Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Indonesia
  • Hamka Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Indonesia
  • Hadrianti Haji Darise Lasari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/nchat.v5i1.91

Abstract

Kejadian DBD di Indonesia terus bertambah dari tahun ke tahun dan menyebar luas, penyakit ini adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. DBD adalah penyakit menular yang paling umum menimpa anak-anak. DBD masih menjadi masalah kesehatan, karena masih banyak wilayah endemis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran petugas surveilans dengan tindakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel yang digunakan petugas surveilans tersebar di 10 Puskesmas dan masyarakat di 10 Puskesmas di ambil 1 penderita di masing-masing Puskesmas dan 8 KK disekitar rumah penderita DBD sehingga sampel masyarakat yaitu 80. Analisa data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai signifikansi (p value) sebesar 0.001 < ? 0.05 dan nilai chi square hitung sebesar 11.723 > chi-square tabel 3.841. Kesimpulan ada hubungan peran petugas surveilans dengan tindakan masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk.

References

Anggraeni P, Heridadi, Widana IK. Faktor risiko (breeding places, resting places, perilaku kesehatan lingkungan, dan kebiasaan hidup) pada kejadian luar biasa demam berdarah dengue di Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Jurnal Manajemen Bencana. 2018;4(1):1–24. [Link] [Google Scholar]

Kemenkes RI. Laporan tahunan 2022 demam berdarah dengue: membuka lembaran baru. Jakarta; 2023. [View at Publisher]

Kemenkes RI. Profil kesehatan indonesia tahun 2018. In Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018. [View at Publisher]

Rusdiyanti M, Amanulloh M, Krisdayanti E. Metode survei kepadatan jentik nyamuk aedes dengan pengukuran density figure. Jurnal Penelitian Perawat Profesional. 2019;1(1):109–14. [View at Publisher] [Google Scholar]

WHO. World Health Organization. 2023 [cited 2024 Jan 7]. Dengue and severe dengue. [View at Publisher]

Kemenkes RI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia . 2021 [cited 2023 Nov 8]. Hingga juli, kasus dbd di indonesia capai 71 ribu. [View at Publisher]

Dinkes Prov. Gorontalo. Laporan dinas kesehatan provinsi gorontalo. Gorontalo; 2023. [View at Publisher]

Agustin L. Hubungan peran kader jumantik terhadap perilaku masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk (psn) di rw 5 kelurahan nambangan lor kecamatan manguharjo [Skripsi]. STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun; 2020. [Link]

Listyorini PI. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pemberantasan sarang nyamuk (psn) pada masyarakat karangjati kabupaten blora. Jurnal Ilmiah Rekam Medis dan Informatika Kesehatan. 2016;6(1):6–15. [View at Publisher] [Google Scholar]

Salim MF, Syairaji M, Wahyuli KT, Muslim NNA. Pengembangan sistem informasi surveilans demam berdarah dengue berbasis mobile sebagai sistem peringatan dini outbreak di kota yogyakarta. Jurnal Kesehatan Vokasional. 2021;6(2):99–108. [View at Publisher] [Google Scholar]

Sutriyawan A, Yusuff AA, Fardhoni, Cakranegara AP. Analisis sistem surveilans epidemiologi demam berdarah dengue (dbd): studi mixed method. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RSDr Soetomo. 2022;8(1):137–50. [View at Publisher] [Google Scholar]

Herdywati AE, Cahyo K, Kusumawati A. Identifikasi faktor penghambat pencapaian kinerja petugas surveilans kesehatan (gasurkes) dalam upaya pengendalian kejadian demam berdarah dengue (dbd) di kecamatan tembalang tahun 2016. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2017;5(3):449–56. [View at Publisher] [Google Scholar]

Salsabila N, Raharjo BB. Kinerja petugas surveilans kesehatan dalam upaya penanggulangan demam berdarah dengue. Higeia Journal of Public Health Research and Development [Internet]. 2018;2(2):260–71. [View at Publisher] [Google Scholar]

Syamsir S, Daramusseng A, Rudiman R. Autokorelasi spasial demam berdarah dengue di kecamatan samarinda utara, kota samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2020 Oct 1;19(2):119–26. [View at Publisher] [Google Scholar]

Chelvam R, I Gede Ngurah Indraguna P. Gambaran perilaku masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN DBD) dan kemampuan mengamati jentik di wilayah kerja Puskesmas Banjarangkan II. Intisari Sains Media. 2017;8(3):164–70. [View at Publisher] [Google Scholar]

Yuniar VT, Raharjo M, Martini M, Nurjazuli N. Hubungan pengetahuan dengan kejadian demam berdarah dengue di kota lubuklinggau sumatera selatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2024 Jun 1;23(2):234–40. [View at Publisher] [Google Scholar]

Hijroh, Bahar H, Ismail CS. Perilaku masyarakat dalam pencegahan penyakit demam berdarah dengue (dbd) puskesmas puuwatu kota kendari tahun 2017. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat. 2017;2(6):1–9. [View at Publisher] [Google Scholar]

Rahim SE, Arapat Y, Sholiha L. Hubungan tingkat pengetahuan dan pemberantasan sarang nyamuk dengan terjadinya demam berdarah dengue (dbd) di puskesmas lumpatan. Journal of Safety and Health. 2021;01(1):27–30. [View at Publisher] [Google Scholar]

Toar J, Berhimpong M, Langkai SM. Hubungan perilaku pemberantasan sarang nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue di wilayah kerja puskesmas kumelembuai. Jurnal Kesehatan Masyarakat UNIMA. 2021;02(01):14–20. [View at Publisher] [Google Scholar]

Chania PA, Septimar ZM. Peran kader jumantik terhadap perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Nusantara Hasana Journal. 2022;2(7):71–5. [View at Publisher] [Google Scholar]

Adnan AB, Siswani S. Peran kader jumantik terhadap perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (dbd) di wilayah kerja kelurahan tebet timur tahun 2019. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2019;3(2):204–18. [View at Publisher] [Google Scholar]

Miftahurrahmah P. Analisis spasial dan studi korelasi kejadian demam berdarah dengue (dbd) di kota lubuklinggau tahun 2017-2021 [Skripsi]. Universitas Sriwijaya; 2022. [Link]

Hikmah Puji Astuti, Adyas A, Djamil A. Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung tahun 2023. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan [Internet]. 2023 Oct 20;16(2). [View at Publisher] [Google Scholar]

Chadijah S, Rosmini, Halimuddin. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk dbd (psn-dbd) di dua kelurahan di kota palu, sulawesi tengah. Media Litbang Kesehatan. 2011;21(4):183–90. [View at Publisher] [Google Scholar]

Onasis A, Razak A, Barlian E, Dewata I, Sugriarta E, Lindawati L, et al. Pengendalian nyamuk aedes sp oleh keluarga terhadap risiko keruangan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia. 2023 Aug 31;22(3):237–44. [View at Publisher] [Google Scholar]

Handayani D, Wijaya S, Sunaryo M. Gambaran sistem surveilans demam berdarah dengue (DBD) di Puskesmas Jagir, Kota Surabaya. Proceeding National Seminar Germas. 2018;1(1):68–73. [View at Publisher] [Google Scholar]

Wahyuni S. Hubungan peran kader jumantik terhadap angka bebas jentik melalui gerakan 1 rumah 1 jumantik di masa pandemi covid-19 di wilayah kerja puskesmas ballaparang [Tesis]. Universitas Hasanuddin; 2022. [View at Publisher] [Google Scholar]

Downloads

Published

2025-06-08

How to Cite

Ali, I. H., Imelda Tumulo, Bun Yamin M. Badjuka, Tumartony T. Hiola, Hamka, & Hadrianti Haji Darise Lasari. (2025). Hubungan Peran Petugas Surveilans dengan Tindakan Masyarakat dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk . Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 5(1), 32-42. https://doi.org/10.56742/nchat.v5i1.91