Hubungan Ventilasi, Pencahayaan, Kelembapan Rumah, dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lebak Wangi Kabupaten Serang

Authors

  • Sari Suriani Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Faletehan, Serang, Indonesia
  • Elis Aryati Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Faletehan, Serang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/nchat.v7i1.329

Keywords:

ISPA, Kelembapan, Pencahayaan, Perilaku, Ventilasi

Abstract

Kesehatan masyarakat sebagian besar ditentukan oleh faktor lingkungan dan perilaku. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita yang erat kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar balita mengalami ISPA (66.0%), hampir sebagian besar rumah memiliki ventilasi yang memenuhi syarat kesehatan (52.6%), pencahayaan yang memenuhi syarat kesehatan (56.7%), dan kelembaban yang memenuhi syarat kesehatan (68.0%). Selain itu, hampir sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan ISPA yang baik (50.5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ventilasi (p = 0.008), pencahayaan (p = 0.038), kelembaban (p = 0.005), dan perilaku pencegahan (p = 0.012) berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan yang meliputi ventilasi, pencahayaan, dan kelembaban rumah serta perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita.

References

Marisa O, Suryani L, Wahyudi A. Analysis of The Incident of ARI in Toddler Children 0-59 Months. Cendekia Med J Stikes Al-Maarif Baturaja. 2024;9(2):354–60. [View at Publisher] [Google Scholar]

Abubakar FI, Oche OM, Kaoje AU, Garba BI, Abubakar MJ, Ahmed HK. Prevalence and associated risk factors of acute respiratory tract infections among under-five children in a tertiary hospital in Nigeria. BMC Pediatr. 2025;25(1):880. [View at Publisher] [Google Scholar]

Kemenkes. Laporan Riskesdas 2023 [Internet]. April 2024. 2023. Available from: [View at Publisher]

Hanson KE, Azar MM, Banerjee R, Chou A, Colgrove RC, Ginocchio CC, et al. Molecular testing for acute respiratory tract infections: clinical and diagnostic recommendations from the IDSA’s Diagnostics Committee. Clin Infect Dis. 2020;71(10):2744–51. [View at Publisher] [Google Scholar]

Hammond A, Halliday A, Thornton H V, Hay AD. Predisposing factors to acquisition of acute respiratory tract infections in the community: a systematic review and meta-analysis. BMC Infect Dis. 2021;21(1):1254. [View at Publisher] [Google Scholar]

Ghimire P, Gachhadar R, Piya N, Shrestha K, Shrestha K. Prevalence and factors associated with acute respiratory infection among under-five children in selected tertiary hospitals of Kathmandu Valley. PLoS One. 2022;17(4):e0265933. [View at Publisher] [Google Scholar]

Zhu T, Zhang P, Shen X, Cheng J, Chai J, Feng R, et al. Prevalence of respiratory tract infections and influencing factors: A cross?sectional survey in Anhui Province, China. Public Health Nurs. 2021;38(4):542–54. [View at Publisher] [Google Scholar]

Sudirman S, Muzayyana M, Saleh SNH, Akbar H. Hubungan Ventilasi Rumah Dan Jenis Bahan Bakar Memasak dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Juntinyuat. Media Publ Promosi Kesehat Indones. 2020;3(3):187–91. [View at Publisher] [Google Scholar]

Lasari H, Khairiyati L, Fakhriadi R, Fadillah NA. Hubungan suhu, curah hujan, kelembaban udara, dan kecepatan angin dengan kejadian ISPA di Kota Banjarmasin selama 2012–2016. J Heal Epidemiol Commun Dis. 2020;6(1):1–6. [View at Publisher] [Google Scholar]

Rafaditya SA, Saptanto A, Ratnaningrum K. Ventilasi dan pencahayaan rumah berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita: analisis faktor lingkungan fisik. Medica Arter. 2022;3(2):115–23. [View at Publisher] [Google Scholar]

Yustati E. Hubungan Kepadatan Hunian, Ventilasi Dan Pencahayaan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita Di Desa Talang Jawa Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2020. Cendekia Med J Stikes Al-Maarif Baturaja. 2020;5(2):107–12. [View at Publisher] [Google Scholar]

Maulana LH. Pengaruh pencahayaan terhadap penularan penyakit ISPA di Wilayah Puskesmas Bantarkawung. An-Nadaa J Kesehat Masy. 2020;7(1):1–4. [View at Publisher] [Google Scholar]

Falah M, Lismayanti L, Sari NP, Handayani H, Fadhilah N. Lingkungan fisik rumah penderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kota Tasikmalaya. JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan). 2023;6(2):122–8. [View at Publisher] [Google Scholar]

Rahmadanti D, Alnur RD. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. J Sains Dan Kesehat. 2023;2(2):63–70. [View at Publisher] [Google Scholar]

Purwanti E, Mashoedi ID, Wardani RS. Hubungan perilaku pencegahan dan kondisi lingkungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut. In: Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat [Proceeding of Public Health Seminar]. 2023. p. 29–37. [View at Publisher] [Google Scholar]

Downloads

Published

2026-06-24

How to Cite

Suriani, S., & Aryati , E. . (2026). Hubungan Ventilasi, Pencahayaan, Kelembapan Rumah, dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lebak Wangi Kabupaten Serang. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 7(1), 1-8. https://doi.org/10.56742/nchat.v7i1.329