Hubungan Kualitas Air Bersih dan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare di Kabupaten Aceh Utara

Authors

  • Rildayani Rildayani Departemen Keperawatan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia
  • Juwita Maulani Departemen Keperawatan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia
  • Wahyuni Wahyuni Departemen Keperawatan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia
  • Cut Linar Departemen Keperawatan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia
  • Muammar Muammar Departemen Keperawatan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/nchat.v6i2.311

Keywords:

Diare, Kualitas Air Bersih, Sanitasi Dasar, SPAL

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan kualitas air bersih dan sanitasi dasar, terutama di wilayah terdampak banjir. Kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas air bersih dan sanitasi dasar dengan kejadian diare di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 60 rumah tangga yang dipilih secara proportional random sampling. Variabel independen meliputi kualitas air bersih, ketersediaan air bersih, jamban layak, SPAL, dan sarana pembuangan sampah, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53.3% responden mengalami diare. Seluruh variabel memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare (p < 0.05). Kualitas air bersih merupakan faktor paling dominan dengan OR = 37.5, diikuti SPAL (OR = 16), penyediaan air bersih (OR = 14), jamban layak (OR = 11), dan sarana pembuangan sampah (OR = 8). Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan signifikan antara kualitas air bersih dan sanitasi dasar dengan kejadian diare. Kualitas air bersih merupakan faktor risiko paling dominan terhadap kejadian diare di Kabupaten Aceh Utara.

References

Suriani S, Azzahra FA. Analisis Kejadian Diare pada Balita. Nurs Care Heal Technol J. 2025;5(2):176–82. [View at Publisher] [Google Scholar]

Soamole SD, Dewi ES. Analisis Hubungan Antara Kualitas Air Bersih dengan Kejadian Penyakit Diare di Wilyah Kerja Puskesmas Tobeo Utara Kabupaten Halmahera Utara. J Epidemiol Kesehat Komunitas. 2024;9(2):153–9. [View at Publisher] [Google Scholar]

Omotayo AO, Olagunju KO, Omotoso AB, Ogunniyi AI, Otekunrin OA, Daud AS. Clean water, sanitation and under-five children diarrhea incidence: Empirical evidence from the South Africa’s General Household Survey. Environ Sci Pollut Res. 2021;28(44):63150–62. [View at Publisher] [Google Scholar]

Liu Q, Liu M, Liu J. Global associations between the use of basic drinking water and sanitation services with diarrhoeal disease incidence in 200 countries and territories from 2000 to 2019. Public Health. 2024;235:202–10. [View at Publisher] [Google Scholar]

Siregar DR, Razak A, Yuniarti E, Handayuni L. The relationship of clean water and environmental sanitation to the incident of diarrhea: Systematic review. J Ilm PLATAX. 2024;12(1):125–31. [View at Publisher] [Google Scholar]

Wulandari P, Permadani AA. Pengaruh Sanitasi Dasar dan Sosial Ekonomi Terhadap Penyakit Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Sukabumi. BALABA. 2024;20(2):65–73. [View at Publisher] [Google Scholar]

Firdausi RA, Thohari I, Kriswandana F, Marlik M. Sanitasi dasar rumah dan perilaku buang air besar terhadap kejadian diare pada masyarakat pesisir (studi di desa gisik cemandi kabupaten sidoarjo tahun 2023). Ruwa Jurai J Kesehat Lingkung. 2023;17(2):72–80. [View at Publisher] [Google Scholar]

Fauziyah Z, Siwiendrayanti A. Kondisi sanitasi dasar dengan kejadian diare. HIGEIA (Journal Public Heal Res Dev. 2023;7(3):430–41. [View at Publisher] [Google Scholar]

Falita CM, Zakaria R, Zahara M. Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. J Healthc Technol Med. 2023;9(2):1517–29. [View at Publisher] [Google Scholar]

Rahayu I, Risky S, Kadarman A. Hubungan Kualitas Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare di Desa Roraya Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan. J Heal Mandala Waluya. 2025;4(3):443–53. [View at Publisher] [Google Scholar]

Soboksa NE, Gari SR, Hailu AB, Alemu BM. Association between microbial water quality, sanitation and hygiene practices and childhood diarrhea in Kersa and Omo Nada districts of Jimma Zone, Ethiopia. PLoS One. 2020;15(2):e0229303. [View at Publisher] [Google Scholar]

Mebrahtom S, Worku A, Gage DJ. The risk of water, sanitation and hygiene on diarrhea-related infant mortality in eastern Ethiopia: a population-based nested case-control. BMC Public Health. 2022;22(1):343. [View at Publisher] [Google Scholar]

Alum EU, Obeagu EI, Ugwu OPC. Enhancing quality water, good sanitation, and proper hygiene is the panacea to diarrhea control and the attainment of some related sustainable development goals: A review. Medicine (Baltimore). 2024;103(38):e39578. [View at Publisher] [Google Scholar]

Arivia N, Ratnadi IGAA, Kartinawati KT. Faktor Risiko Tingginya Angka Kejadian Diare Pada Balita di Puskesmas Kabupaten Gianyar, Bali. AMJ (Aesculapius Med Journal). 2021;1(1):55–62. [View at Publisher] [Google Scholar]

Ilmaskal R, Wati L. Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita di Slam Area Kota Padang. IAKMI J Kesehat Masy Indones. 2022;3(2):85–90. [View at Publisher] [Google Scholar]

Mulyono RA, Oktaviani I, Rusyantia A, Jaya RP, Prasteyowati P, Aghniya R, et al. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengadaan Sarana Pembuangan Air Limbah di Desa Candi Retno Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2024. J Hum Educ. 2024;4(5):981–7. [View at Publisher] [Google Scholar]

Downloads

Published

2026-06-11

How to Cite

Rildayani, R., Maulani , J. ., Wahyuni, W., Linar, C. ., & Muammar, M. (2026). Hubungan Kualitas Air Bersih dan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare di Kabupaten Aceh Utara. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 6(2), 583-589. https://doi.org/10.56742/nchat.v6i2.311