Analisis Senyawa Larut Asam dalam Teh Herbal dari Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera)
DOI:
https://doi.org/10.56742/nchat.v6i2.287Keywords:
Daun Kelor, Kulit Buah Naga, Senyawa Yang Dilarutkan Dalam Asam, Teh HerbalAbstract
Kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan daun kelor (Moringa oleifera) merupakan bahan alami yang berpotensi sebagai sumber antioksidan, namun pemanfaatannya sebagai produk pangan fungsional masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar senyawa terlarut dalam asam pada sediaan teh herbal berbahan kulit buah naga dan daun kelor sebagai indikator kualitas dan ketersediaan bioaktif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan post-test only design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, serta analisis senyawa terlarut dalam asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar senyawa terlarut dalam asam pada kulit buah naga sebesar 23%, sedangkan pada daun kelor sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit buah naga memiliki kandungan senyawa yang lebih mudah larut dalam kondisi asam dibandingkan daun kelor. Senyawa terlarut dalam asam berkaitan dengan ketersediaan hayati, sehingga semakin tinggi nilainya menunjukkan potensi penyerapan yang lebih baik dalam tubuh. Dengan demikian, kombinasi kedua bahan ini berpotensi dikembangkan sebagai teh herbal fungsional yang memiliki nilai gizi dan aktivitas bioaktif yang baik.
References
Cahya S. Pengaruh Kombinasi Jambu Kristal (Psidium Guajava l.) dan Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Karakteristik Sensori Dan Fisikokimia Fruit Leather. 2024; [View at Publisher] [Google Scholar]
Farhan F, Sulaeha S. Pengolahan limbah kulit buah naga menjadi sirup: pelatihan inovatif untuk pemberdayaan masyarakat. J Gembira Pengabdi Kpd Masy. 2025;3(02):625–32. [View at Publisher] [Google Scholar]
Arsyad R. Teknik Pembuatan dan Nilai Rendamen Simplisia dan Ekstrak Etanol Biji Bagore (Caesalpinia Crista L.) Asal Polewali Mandar. Makassar Nat Prod J. 2023;1(3):138–47. [View at Publisher] [Google Scholar]
Fadilah AS, Fitriana, Prabandari R. Pengaruh Lama Waktu Penyeduhan dan Bentuk Sediaan Teh Herbal Kulit Buah Naga Super Merah terhadap Aktivitas Antioksidan. In: Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 2021. p. 383–9. [View at Publisher] [Google Scholar]
Almeida F, Santos JD. Dampak COVID-19 terhadap keamanan kerja dan pengangguran di Portugal. Int J Sociol Soc Policy. 2020;40(9/10):995–1003. [View at Publisher] [Google Scholar]
Muzakkir M, Rukka H, Hamzah P, Fitriani F, Suparningtyas JF. Respons Wanita Tani Terhadap Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga Merah (Hyloscereus Pholyrhizus) Dengan Penambahan Jahe Sebagai Minuman Herbal. J Agrisistem Seri Sosek dan Penyul. 2024;20(1):53–9. [View at Publisher] [Google Scholar]
Nasir A, Sari L, Hidayat F. Pemanfaatan kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) sebagai bahan baku pembuatan teh celup herbal dengan penambahan kayu manis (Cinnamons lumbini L). J Sains dan Apl. 2020;8(1):1–14. [View at Publisher] [Google Scholar]
Wibowo NI. Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga Merah (Hyloscereus Polyrhizus) Dengan Penambahan Serai (cymbopogon citratus) sebagai minuman herbal. J Pro-Stek Vol. 2021;3(2). [View at Publisher] [Google Scholar]
Dewie A, Usman H, Silfia NN. Pemanfaatan Tanaman Lokal Kelor (Moringa Oleifera) Guna Peningkatan Daya Tahan Tubuh di Era Pandemi COVID-19. J Masy Mandiri. 2022;6(5):4–10. [View at Publisher] [Google Scholar]
Samsudrajat SA, Dewi RRK, Putra GS, Gumanti U. Pemanfaatan Daun Kelor untuk Meningkatkan Imunitas di Masa Pandemi COVID-19. Bul Al-Ribaath. 2022;19(1):82–7. [View at Publisher] [Google Scholar]
Amanto BS, Aprilia TNM, Nursiwi A. Pengaruh Lama Blanching dan Rumus Petikan Daun Terhadap Karakteristik Fisik, Kimia, Serta Sensoris Teh Daun Tin (Ficus carica). J Teknol Has Pertan. 2020;12(1):1–11. [View at Publisher] [Google Scholar]
Triyanti SB, Lestari FP, Fitriana PAN, Rostiana HR, Silalahi DD, Syalsabina TD, et al. Pengaruh metode ekstraksi maserasi, sonikasi, dan sokletasi terhadap nilai rendemen sampel kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus). J Sains dan Edukasi Sains. 2025;8(1):71–8. [View at Publisher] [Google Scholar]
Yustika A, Junita DE, Wati DA. Kandungan Flavonoid dan Fenol Es Krim Buah Naga berbasis Tepung Daun Kelor untuk Remaja Putri. Nutr J Pangan, Gizi, Kesehat. 2025;6(2):163–72. [View at Publisher] [Google Scholar]
Kamumu I. Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera L.) dan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus): Kajian In Vivo Pada Mencit Hiperkolesterol. Maj Farm. 21(3):669763. [View at Publisher] [Google Scholar]
Akmi H, Dharmawibawa ID, Nofisulastri N. Penambahan Sari Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Uji Organoleptik dan Daya Simpan Selai Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Panthera J Ilm Pendidik Sains dan Terap. 2022;2(3):142–50. [View at Publisher] [Google Scholar]
Adel APSY, Karyantina M, Suhartatik N. Effect of Stabilizer and Moringa Leaves Concentration on the Dragon Fruit Velva: Pengaruh Jenis Bahan Penstabil dan Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Pembuatan Velva Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus). Agrobiotek. 2024;1(2):64–73. [View at Publisher] [Google Scholar]
Pujiastuti E, El’Zeba D. Perbandingan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% dan 96% Kulit Buah Naga Merah dengan Spektrofotometri. Cendekia J Pharm. 2021;5(1):28–43. [View at Publisher] [Google Scholar]
Handoyo S, Pranoto A. Perajangan dan Pengeringan Simplisia: Pengaruh Terhadap Kualitas Zat Berkhasiat. J Farm Indones. 2020;15(3):45–52. [View at Publisher] [Google Scholar]
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Zakia Alsafana, Fefri Perrianty, Hary Saputra, Novi Erviana Harahap

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








