Hubungan antara Kebiasaan Sarapan, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja di SMAN 12 Kendari
DOI:
https://doi.org/10.56742/nchat.v6i2.263Keywords:
Anemia, Aktivitas Fisik, Kebiasaan Sarapan, Status Gizi, RemajaAbstract
Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi akibat pertumbuhan dan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMAN 12 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 119 responden remaja putri kelas X–XI yang dipilih melalui purposive sampling. Kebiasaan sarapan dinilai menggunakan kuesioner, aktivitas fisik menggunakan IPAQ, status gizi melalui pengukuran IMT (berat badan dan tinggi badan) , dan kadar hemoglobin menggunakan Hb-meter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29.4% responden tidak anemia dan 70.6% mengalami anemia. Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia (p = 0.014), serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian anemia (p = 0.015). Sementara itu, status gizi tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian anemia (p = 0.289). Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan anemia pada remaja putri di SMAN 12 Kendari sehingga dibutuhkan upaya edukasi gizi mengenai sarapan sehat dan pemenuhan kebutuhan zat besi dapat mencegah anemia.
References
Habtegiorgis SD, Petrucka P, Telayneh AT, Getahun DS, Getacher L, Alemu S, et al. Prevalence and associated factors of anemia among adolescent girls in Ethiopia: A systematic review and meta-analysis. PLoS One. 2022;17(3):e0264063. [View at Publisher] [Google Scholar]
Rai RK, Shinde S, De Neve JW, Fawzi WW. Predictors of incidence and remission of anemia among never-married adolescents aged 10–19 years: a population-based prospective longitudinal study in India. Curr Dev Nutr. 2023;7(3):100031. [View at Publisher] [Google Scholar]
Wiafe MA, Ayenu J, Eli-Cophie D. A review of the risk factors for iron deficiency anaemia among adolescents in developing countries. Anemia. 2023;2023(1):6406286. [View at Publisher] [Google Scholar]
Deivita Y, Syafruddin S, Nilawati UA, Aminuddin A, Burhanuddin B, Zahir Z. Overview of Anemia; risk factors and solution offering. Gac Sanit. 2021;35:S235–41. [View at Publisher] [Google Scholar]
Riskawaty HM. Penyuluhan kesehatan: identifikasi resiko diabetes melitus pada remaja di SMA 8 Kota Mataram Nusa Tenggara Barat tahun 2022. J Lentera. 2022;2(1):185–92. [View at Publisher] [Google Scholar]
Sari MP. Edukasi diabetes melitus dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu pada remaja. PEKAT J Pengabdi Kpd Masy. 2024;3(2):58–65. [View at Publisher] [Google Scholar]
Chiakoun AAE, Matthieu BN, Maurel AJ, Souleymane M, Georges BA, Kouakou B, et al. Evaluation of Anemic Pupils Nutritional Status Fed with Recipes Based on Sweet Potatoes, Soya and Cowpea in Nawa Region, Côte d’Ivoire. Am J Public Health. 2021;9(4):142–8. [View at Publisher] [Google Scholar]
Ulfah B, Aulia F. Pengaruh Edukasi Media Booklet Tablet Fe Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Mencegah Stunting. J Innov Res Knowl. 2023;3(2):363–70. [View at Publisher] [Google Scholar]
Pratiwi D, Marlina M, Sembiring ER. The effect of purple sweet potato boiled (ipomea batatas l. Poir) on increasing hb in 3rd trimester pregnant women. J Midwifery Nurs. 2024;6(1):305–10. [View at Publisher] [Google Scholar]
Akbar FN, Mahmood S, Mueen?ud?din G, Khalid W, Khalid MZ, Aziz Z, et al. A randomized controlled trial of sweet basil leaf powder?enriched cookies for anemia management in adolescent girls. Food Sci Nutr. 2024; [View at Publisher] [Google Scholar]
Ramesh S, Kumar D, Bagavandas M. Prevalence of Anemia among School Going Adolescent Girls and Boys (10-18 Years) In South India-A Community Based Cross Sectional Study. Ann Rom Soc Cell Biol. 2021;25(6):7842–7. [View at Publisher] [Google Scholar]
Rahman RA, Fajar NA. Analisis faktor risiko kejadian anemia pada remaja putri: Literatur review. J Kesehat komunitas (Journal community Heal. 2024;10(1):133–40. [View at Publisher] [Google Scholar]
Dinkes Kota Depok. Kolaborasi Untuk Atasi Anemia Pada Remaja Putri di Kota Depok [Internet]. 2024-12-04. 2024. [View at Publisher]
Pangestu S, Lestari A, Priwardani K, Zavira D, Alettha K, Permatasari I, et al. Tingkat Pengetahuan Mengenai Anemia Pada Remaja di SMA Negeri 1 Depok. J Pengabdi Kpd Masy Nusant. 2022;3(2):430–7. [View at Publisher] [Google Scholar]
Etlidawati E, Bahar Y, Linggardini K. Preventif Diabetes Millitus Pada Remaja Melalui Edukasi, Pemeriksaan Gula Darah Dan Pegukuran Indek Masa Tubuh. J Pengabdi Masy Bangsa. 2025;3(5):2316–21. [View at Publisher] [Google Scholar]
Anggreiniboti T. Program gizi remaja aksi bergizi upaya mengatasi anemia pada remaja putri di indonesia. In: Prosiding Seminar Kesehatan Perintis. 2022. p. 60–6. [View at Publisher] [Google Scholar]
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rahmawati Rahmawati, Wa Ode Salma, Syefira Salsabila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








