Uji Kadar Kurkumin Pada Temulawak dan Kuersetin Pada Sambung Nyawa dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi

Authors

  • Endang Setyowati Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia
  • Zullies Ikawati Departemen Farmakologi & Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta, Indonesia
  • Triana Hertiani Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta, Indonesia
  • Elza Fadia Irzani Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Kudus, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/nchat.v6i1.261

Keywords:

Ekstraksi, Kuersetin, Kurkumin, Temulawak, Sambung Nyawa

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan sambung nyawa (Gynura procumbens) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa bioaktif penting, yaitu kurkumin dan kuersetin. Variasi proses pengolahan dan bentuk sediaan dapat memengaruhi kadar kedua senyawa tersebut sehingga diperlukan standarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kurkumin pada temulawak dan kadar kuersetin pada sambung nyawa dalam bentuk infusa, serbuk, dan produk herbal menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi (KLTKT). Analisis dilakukan dengan menotolkan larutan standar dan sampel pada plate silika gel F254, kemudian elusi dan pembacaan densitometri dilakukan untuk mendapatkan luas area puncak yang selanjutnya dimasukkan ke dalam persamaan regresi kurva baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak infusa memberikan kadar tertinggi baik untuk kurkumin (0.28 ± 0.008%) maupun kuersetin (1.50 ± 0.13%). Kesimpulannya, bentuk sediaan dan metode ekstraksi berpengaruh terhadap kadar senyawa aktif, dan metode KLTKT dapat digunakan sebagai metode evaluasi mutu herbal.

References

Estiasih T, Maligan JM, Witoyo JE, Mu’alim AAH, Ahmadi K, Mahatmanto T, et al. Indonesian traditional herbal drinks: diversity, processing, and health benefits. J Ethn Foods. 2025;12(1):7. [View at Publisher] [Google Scholar]

Rahmadani A, Ridwanto R, Daulay AS, Nasution HM. Penetapan kadar flavonoid total ekstrak etanol 70% dan ekstrak etil asetat daun sambung nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr.) secara spektrofotometri UV-Vis. J Pharm Sci. 2025;114–28. [View at Publisher] [Google Scholar]

Kemenkes. Laporan Riskesdas 2023 [Internet]. April 2024. 2023. [View at Publisher] [Google Scholar]

Estede, Suprapto, et al. Pemanfaatan Herbal dalam Kesehatan Modern. Star Digital Publishing, 2025. [View at Publisher] [Google Scholar]

Goa RF, Kopon AM, Boelan EG. Skrining fitokimia senyawa metabolit sekunder ekstrak kombinasi kulit batang kelor (Moringa oleifera) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) asal nusa tenggara Timur. J Beta Kim. 2021;1(1):37–41. [View at Publisher] [Google Scholar]

Fawaidah I. Optimasi pertumbuhan dan kadar flavonoid tanaman Sambung Nyawa (Gynura procumbens [Lour.] Merr.) pada hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique)[Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya]. Surabaya Skripsi. 2020; [View at Publisher] [Google Scholar]

Dilla TU, Emelda E. Skrining Fitokimia Dan Pengaruh Varietas Pelarut Terhadap Kadar Isoflavon Rimpang Temulawak. J Insa Farm Indones. 2024;7(1):114–24. [View at Publisher] [Google Scholar]

Viona Z. Uji Efek Tonikum Ekstrak Etanol Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus musculus). Farmasi; 2023. [View at Publisher] [Google Scholar]

Maulida Z, Herlina H, Devi N. Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Daun Sambung Nyawa Gynura procumbens (Blume) Miq. Stikes Al-Fatah Bengkulu; 2020. [View at Publisher] [Google Scholar]

Yasacaxena LN, Defi MN, Kandari VP, Weru PTR, Papilaya FE, Oktafera M, et al. Extraction of Temulawak Rhizome (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) and Activity As Antibacterial. J Jamu Indones. 2023;8(1):10–7. [View at Publisher] [Google Scholar]

Astarini EY. Review Ekstraksi Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza) Menggunakan Berbagai Macam Metode Ekstraksi. Akademi Farmasi Surabaya; 2021. [View at Publisher] [Google Scholar]

Hasan H, Aris M, Pribadi FW, Ghozaly MR, Paturusi AAE, Utami YP, et al. Farmakognosi dan Fitokimia: Dasar Pengobatan Herbal. Repos KAKINAAN. 2024; [View at Publisher] [Google Scholar]

Ratnasari BD, Aini DM. Pengaruh Suhu Dekoksi Terhadap Kadar Kurkumin dan Aktivitas Antioksidan pada Rimpang Temulawak (Curcuma Zanthorrhiza). J Pharm Heal Res. 2023;4:40–5. [View at Publisher] [Google Scholar]

Indriati I, Jalung F, Umamy F. Penetapan Kadar Kurkumin Dalam Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma Xanthorriza) Dengan Teknik Maserasi Dan Remaserasi. J Pharm Sci. 2022;5(2):505–10. [View at Publisher] [Google Scholar]

Novianto A. Pengaruh Kombinasi Ekstrak Etanolik Temulawak (Curcuma canthorrizha Roxb) Rendah Minyak Atsiri dan Ekstrak Etanolik Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour.) Merr) Terhadap Kadar Trigliserida Tikus Putih Jantan Galur Wistar Serta Gambaran Histopatologinya. J Farm (Journal Pharmacy). 2012;1(1):30–7. [View at Publisher] [Google Scholar]

Azzahra A. Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens (Lour) Merr) Dengan Metode Spektrofotometri UV-VIS. Institut Ilmu Kesehatan Pelamonia; 2025. [View at Publisher] [Google Scholar]

Faizah AN, Kundarto W, Sasongko H. Uji Aktivitas Antipiretik Kombinasi Ekstrak Etanol Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) dan Daun Sambung Nyawa (Gynura procumbens L.) Pada Mencit yang Diinduksi Ragi. JPSCR J Pharm Sci Clin Res. 2021;6(3):275–86. [View at Publisher] [Google Scholar]

Downloads

Published

2026-01-09

How to Cite

Endang Setyowati, Zullies Ikawati, Triana Hertiani, & Elza Fadia Irzani. (2026). Uji Kadar Kurkumin Pada Temulawak dan Kuersetin Pada Sambung Nyawa dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis Kinerja Tinggi. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 6(1), 260-270. https://doi.org/10.56742/nchat.v6i1.261