Surveilans Potensial Penyakit Menular Pada Bencana Banjir di Desa Sipange Siunjam Kecamatan Sayurmatinggi

Authors

  • Raja Akbar Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Lestari Hasibuan Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Amalia Kartika Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Hasyim Sholeh Harahap Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Naser Hamed Tambunan Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Vincent Agustinus Mendrofa Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Claudia Renata Nababan Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Wilda Zahara Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Anni Holila Harahap Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Nefonavratilova Ritonga Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia
  • Arinil Hidayah Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan, Universitas Aufa Royhan, Padangsidimpuan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/nchat.v6i1.248

Keywords:

Penyakit Menular, Pasca Banjir, Surveilans

Abstract

Bencana banjir sering kali meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular di daerah terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi penyakit menular seperti diare, demam berdarah dengue (DBD), malaria, dan penyakit kulit campak selama dan setelah bencana banjir di Desa Sipange Siunjam, Kecamatan Sayurmatinggi, serta mengevaluasi sistem surveilans kesehatan masyarakat di daerah tersebut. Studi ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Aufa Royhan menggunakan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yaitu dengan case study. Populasi pada penelitian ini adalah kepala keluarga yang terpapar pasca banjir yang dipilih secara purposive sampling sebanyak 22 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan alat ukur kuesioner pada Kamis, 19 Desember 2024, dengan teknik pengumpulan data yang meliputi survei lapangan dan pemberian kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penyakit pasca-banjir yaitu diare memiliki jumlah kasus tertinggi dengan 11 (50%) dari total kasus, menunjukkan bahwa penyakit ini paling dominan dalam data yang disajikan. Demam berdarah dengue menempati urutan kedua dengan 5 (22.3%) kasus, yang masih cukup signifikan dibandingkan penyakit lainnya. Malaria berada di posisi ketiga dengan 4 (18.18%) kasus, sementara campak memiliki jumlah kasus paling sedikit, yaitu 2 (9.09%) kasus.

References

Wirdatul, Cindy, et al. Peran Edukasi Masyarakat dan Dampak Banjir terhadap Kesehatan Lingkungan serta Proses Belajar Anak SD di Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar. ANTHOR: Education and Learning Journal, 2025, 4.2: 19-28. [View at Publisher] [Google Scholar]

Ifejube OJ, Kuriakose SL, Anish TS, van Westen C, Blanford JI. Analisis Wabah Leptospirosis Setelah Banjir di Kerala, India. Int J Health Geogr. 2024;23(1):1–15. [View at Publisher] [Google Scholar]

Angraeni, Fitri; Jannah, Wirdatul; WASIR, Riswandy. Evaluasi Surveilans Respons Cepat Krisis Kesehatan Akibat Wabah: Literatur Review. Jurnal Khazanah Intelektual, 2025, 9.3. [View at Publisher] [Google Scholar]

Eva, Triani; Yuli, Susana; Sumiati. Epidemiologi Penyakit Tropis Terabaikan. 2025. [View at Publisher] [Google Scholar]

Organization WH. Flooding and Communicable Diseases Fact Sheet. Geneva: World Health Organization; 2021. [View at Publisher] [Google Scholar]

GRIGORIEVA, Elena A.; LIVENETS, Alexandra S. Risks to the health of Russian population from floods and droughts in 2010–2020: a scoping review. Climate, 2022, 10.3: 37. [View at Publisher] [Google Scholar]

Hasanah, Wahid RS. Waspada Leptospirosis di Daerah Rawan Bencana Banjir di SD Negeri Rogo Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi. J Dedikatif Kesehat Masy. 2024;4(2):70–7. [View at Publisher] [Google Scholar]

Lee J, Perera D, Glickman T, Taing L. Water-Related Disasters and Their Health Impacts: A global review. Prog Disaster Sci. 2020;8:100123. [View at Publisher] [Google Scholar]

Shokri A, Sabzevari S, Hashemi SA. Impacts of Flood On Health f Iranian Population: Infectious Diseases With An Emphasis On Parasitic Infections. Parasite Epidemiol Control. 2020;9:e00144. [View at Publisher] [Google Scholar]

Kosasih CE, Lukman M, Solehati T, Mediani HS. Effect of Dengue Hemorrhagic Fever Health Education On Knowledge and Attitudes, In Elementary School Children in West Java, Indonesia. Linguist Cult Rev. 2021;5(S1):191–200. [View at Publisher] [Google Scholar]

Riviwanto M, Barlian E, Dwiyanti D. Health Adaptation Behavior of Farmers and Fishermen in Areas Exposed to Climate Change. Poltekita J Ilmu Kesehat. 2024;18(1):41–51. [View at Publisher] [Google Scholar]

Karo MB. Fogging dan Pemberantasan Sarang Nyamuk Untuk Langkah Bersama Melawan Demam Berdarah Di Wilayah Kerja Puskesmas Korpri Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo Tahun 2024. BESIRU J Pengabdi Masy. 2024;1(12):1107–15. [View at Publisher] [Google Scholar]

Hamid A, Hamdin H, Adekayanti P. Pemberantasan Sarang Nyamuk 3M Plus Sebagai Upaya Preventif Demam Berdarah Dengue di Desa Labuhan Sumbawa Kecamatan Labuhan Sumbawa. Ekspresi Publ Kegiat Pengabdi Indones. 2025;2(1):94–9. [View at Publisher] [Google Scholar]

Acosta-España JD, Romero-Alvarez D, Luna C, Rodriguez-Morales AJ. Infectious Disease Outbreaks In the Wake of Natural Flood Disasters: Global Patterns and Local Implications. Le Infez Med. 2024;32(4):451. [View at Publisher] [Google Scholar]

Liu Q, Yuan J, Yan W, Liang W, Liu M, Liu J. Association of Natural Flood Disasters With Infectious Diseases In 168 Countries and Territories From 1990 to 2019: a Worldwide Observational Study. Glob Transitions. 2023;5:149–59. [View at Publisher] [Google Scholar]

Downloads

Published

2026-01-21

How to Cite

Raja Akbar, Lestari Hasibuan, Amalia Kartika, Hasyim Sholeh Harahap, Naser Hamed Tambunan, Vincent Agustinus Mendrofa, Claudia Renata Nababan, Wilda Zahara, Anni Holila Harahap, Nefonavratilova Ritonga, & Arinil Hidayah. (2026). Surveilans Potensial Penyakit Menular Pada Bencana Banjir di Desa Sipange Siunjam Kecamatan Sayurmatinggi. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 6(1), 327-333. https://doi.org/10.56742/nchat.v6i1.248