Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Pandan Kecamatan Geragai

Authors

  • Fajrina Hidayati Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Kota Jambi, Indonesia
  • Dyandra Valentya Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Kota Jambi, Indonesia
  • Usi Lanita Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Kota Jambi, Indonesia
  • Budi Aswin Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Kota Jambi, Indonesia
  • Kasyani Departemen Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi, Kota Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56742/nchat.v6i1.238

Keywords:

Air Bersih, Anak Balita, Jamban, Kepadatan Hunian, Pengelolaan Sampah, Sanitasi Lingkungan, Stunting

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dengan akses sanitasi terbatas. Kondisi ini mencerminkan kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama dan berhubungan erat dengan faktor lingkungan, seperti kualitas air, pengelolaan limbah, dan kebersihan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan rumah tangga yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case–control. Sampel terdiri atas 72 responden, yaitu 36 anak stunting sebagai kelompok kasus dan 36 anak tidak stunting sebagai kelompok kontrol, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square (?²) dengan tingkat signifikansi p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sumber dan kualitas air dengan kejadian stunting (p = 0.004; OR = 4.90; 95% CI: 1.75–13.70) serta pengelolaan sampah rumah tangga (p = 0.002; OR = 0.43; 95% CI: 0.32–0.57). Sementara itu, variabel penggunaan jamban (p = 1.000), sarana pembuangan air limbah (p = 0.129), dan kepadatan hunian (p = 0.115) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik terhadap kejadian stunting. Kesimpulan penelitian bahwa faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Simpang Pandan adalah kualitas sumber air dan pengelolaan sampah rumah tangga.

References

Islam MS, Zafar Ullah AN, Mainali S, Imam MA, Hasan MI. Determinants of stunting during the first 1,000 days of life in Bangladesh: A review. Food Sci Nutr. 2020;8(9):4685–95. [View at Publisher] [Google Scholar]

Amegbor PM, Sabel CE, Mortensen LH, Mehta AJ, Rosenberg MW. Early-life air pollution and green space exposures as determinants of stunting among children under age five in Sub-Saharan Africa. J Expo Sci Environ Epidemiol. 2024;34(5):787–801. [View at Publisher] [Google Scholar]

La Ode Alifariki SK. Gizi Anak dan Stunting. Penerbit leutikaprio; 2020. [View at Publisher] [Google Scholar]

Chawla PK. Global nutrition report 2020-an action on equity to end malnutrition. Jus Corpus LJ. 2020;1:86. [View at Publisher] [Google Scholar]

Organization WH, Fund UNC. The UNICEF-WHO-World Bank Joint Child Malnutrition Estimates (JME) standard methodology: tracking progress on SDG Indicators 2.2. 1 on stunting, 2.2. 2 (1) on overweight and 2.2. 2 (2) on wasting. World Health Organization; 2024. [View at Publisher]

Kemenkes. Laporan Riskesdas 2023 [Internet]. April 2024. 2023. Available from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/laporan-hasil-survei/ [View at Publisher]

Alifariki LO, Susanty S, Sukurni S, J Siagian H. The Relationship between Maternal Depression and Stunting in Children: A Systematic Review. J Client-centered Nurs Care. 2022;8(3):147–58. [View at Publisher] [Google Scholar]

Rangki L, Haryati H, Rahmawati R, Sukurni S, Salma WO. Risk Factors of Stunting in Children Age 24-59 Months Old. Media Keperawatan Indones. 2020;3(1):10–6. [View at Publisher] [Google Scholar]

Salma A. Riwayat Anemia Pada Kehamilan Sebagai Prediktor Kejadian Stunting Pada Anak: Literatur Review. J Ilm Obs J Ilm Ilmu Kebidanan Kandung. 2021;13(4):29–38. [View at Publisher] [Google Scholar]

Salma WO, Siagian HJ. Study Retrospektif Kejadian Stunting Pada Balita. Heal CARE J Kesehat. 2022;11(1):215–24. [View at Publisher] [Google Scholar]

Anas AS, Ikhtiar M, Gobel FA. Hubungan faktor lingkungan dan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Taraweang Kabupaten Pangkep. J Muslim Community Heal. 2022;3(3):1–12. [View at Publisher] [Google Scholar]

Olo A, Mediani HS, Rakhmawati W. Hubungan faktor air dan sanitasi dengan kejadian stunting pada balita di Indonesia. J Obs J Pendidik Anak Usia Dini. 2021;5(2):1113–26. [View at Publisher] [Google Scholar]

Rahut DB, Mishra R, Bera S. Geospatial and environmental determinants of stunting, wasting, and underweight: Empirical evidence from rural South and Southeast Asia. Nutrition [Internet]. 2024;120:112346. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S089990072300374X [View at Publisher] [Google Scholar]

Ainin Q, Ariyanto Y, Kinanthi CA. Hubungan Pendidikan Ibu, Praktik Pengasuhan Dan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di Desa Lokus Stunting Wilayah Kerja Puskesmas Paron Kabupaten Ngawi. J Kesehat Masy. 2023;11(1):89–95. [View at Publisher] [Google Scholar]

Mia H, Sukmawati S. Hubungan hygiene dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian stunting pada balita di Desa Kurma. In: Journal Peqguruang: Conference Series. 2021. p. 494–502. [View at Publisher] [Google Scholar]

Arief YS, Yunita FC, Efendi F, Murti FAK, Pradipta RO, McKenna L. Social and Environmental Determinants of Childhood Stunting in Indonesia: National Cross-Sectional Study. JMIR Pediatr Parent. 2025;8:e68918. [View at Publisher] [Google Scholar]

Saleh M, Yudianti A, Damayati DS, Basri S, Amansyah MAM. Evaluasi Peran Kepemilikan Jamban dalam Kejadian Stunting: Temuan dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. J Kesehat Lingkung Indones. 2025;24(1):101–8. [View at Publisher] [Google Scholar]

Harahap H, Syam A, Palutturi S, Syafar M, Hadi AJ, Ahmad H, et al. Stunting and family socio-cultural determinant factors: A systematic review. Pharmacogn J. 2024;16(1). [View at Publisher] [Google Scholar]

Kustanto A, Rachmat O, Setyadi S. The prevalence of stunting in Indonesia: An examination of the health, socioeconomic status, and environmental determinants. J Iran Med Counc. 2024; [View at Publisher] [Google Scholar]

Tahangnacca M, Amiruddin R, Syam A. Model of stunting determinants: A systematic review. Enfermería Clínica. 2020;30:241–5. [View at Publisher] [Google Scholar]

Downloads

Published

2026-01-04

How to Cite

Fajrina Hidayati, Dyandra Valentya, Usi Lanita, Budi Aswin, & Kasyani. (2026). Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Pandan Kecamatan Geragai. Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT), 6(1), 87-96. https://doi.org/10.56742/nchat.v6i1.238