Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat
<p><strong>Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)</strong> adalah sebuah jurnal <em>blind peer-review</em> yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang ilmu kesehatan pada umumnya dan keperawatan. semua publikasi di jurnal NCHAT bersifat <em>Open access </em>yang memungkinkan artikel tersedia <em>Online Free </em>tanpa berlangganan apapun.</p>Progres Ilmiah Kesehatanen-USNursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)2798-107X“Tambal Retakan, Cegah Kerugian”: Perangi Kecurangan Jaminan Kesehatan dan Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Aceh sebagai Upaya Peningkatan Mutu di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/305
<p>Kelemahan pengawasan dan regulasi menyebabkan praktik kecurangan dalam sistem jaminan kesehatan semakin meningkat dan berdampak pada kerugian finansial serta penurunan mutu pelayanan kesehatan. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya pencegahan dan penanganan kecurangan yang terintegrasi dengan pendekatan lokal berbasis kearifan masyarakat Aceh. Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan kerangka Arksey & O’Malley dengan penelusuran literatur tahun 2015–2025 melalui database PubMed, Scopus, Springer, Google Scholar, dan Web of Science. Dari 1.494 artikel yang ditemukan, sebanyak 11 artikel memenuhi kriteria inklusi. Literatur terkait inovasi berbasis kearifan lokal Aceh diperoleh melalui analisis artikel sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada strategi tunggal yang efektif untuk mengatasi kecurangan dalam sistem jaminan kesehatan. Pencegahan kecurangan memerlukan pendekatan berbasis bukti melalui integrasi teknologi, edukasi, regulasi, penegakan hukum, kolaborasi lintas sektor, penguatan data, serta pengawasan yang transparan. Pendekatan lokal seperti musyawarah gampong, peran tokoh adat, dan sistem pelaporan komunitas juga berpotensi memperkuat pencegahan kecurangan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem berbasis teknologi yang disesuaikan dengan konteks sosial lokal dan didukung regulasi yang memadai. Model kolaboratif ini berpotensi menjadi contoh dalam membangun sistem jaminan kesehatan yang adil, adaptif, dan berkelanjutan untuk menjamin mutu serta keselamatan pasien.</p>Rosa Galica Gita GressiaBrury Apriadi Husaini
Copyright (c) 2026 Rosa Galica Gita Gressia, Brury Apriadi Husaini
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-262026-05-266253254810.56742/nchat.v6i2.305Hubungan Status Gizi, Kadar Hemoglobin, dan Aktivitas Fisik dengan Prestasi Belajar Siswa di SMA Negeri 2 Kendari
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/278
<p>Prestasi belajar merupakan indikator penting keberhasilan pendidikan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan siswa. Status gizi, kadar hemoglobin, dan aktivitas fisik merupakan faktor internal yang berperan dalam fungsi kognitif dan konsentrasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi, kadar hemoglobin, dan aktivitas fisik dengan prestasi belajar siswa di SMA Negeri 2 Kendari. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 226 siswa kelas XII yang dipilih menggunakan teknik <em>proportionate stratified random sampling</em>. Status gizi diukur menggunakan IMT/U, kadar hemoglobin diukur dengan alat <em>Easy Touch</em>, aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ, dan prestasi belajar diperoleh dari nilai akademik siswa. Analisis data dilakukan menggunakan uji <em>Chi-square</em> dengan tingkat kemaknaan p < 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi, kadar hemoglobin, dan aktivitas fisik dengan prestasi belajar siswa (p < 0.05). Siswa dengan status gizi baik, kadar hemoglobin normal, dan aktivitas fisik sedang hingga berat memiliki prestasi belajar yang lebih baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan status kesehatan dan aktivitas fisik siswa berperan penting dalam mendukung prestasi belajar.</p>Elma ElmaWa Ode SalmaIrma Yunawati
Copyright (c) 2026 Elma Elma, Wa Ode Salma, Irma Yunawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-142026-05-146252353110.56742/nchat.v6i2.278Analisis Perubahan Hemodinamika Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif dengan Intervensi Posisi Semi Fowler dan Lateral Kanan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/213
<p>Gagal jantung kongestif merupakan salah satu penyakit kronis yang disebabkan karena jantung tidak mampu memompa darah dengan efektif yang mengakibatkan penurunan aliran darah ke organ-organ. Penyakit gagal jantung kongestif dapat mempengaruhi hemodinamika karena gangguan curah jantung. Implementasi terapi farmakologi dapat diberikan untuk memperbaiki hemodinamik dengan kombinasi posisi <em>semi fowler</em> dan <em>lateral</em> kanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan hemodinamika pada pasien gagal jantung kongestif sebelum dan sesudah diberikan intervensi kombinasi posisi <em>semi fowler</em> dan<em> lateral</em> kanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode adalah <em>pre-exsperimental</em> dengan <em>pre-test post-test without control group design </em>pada 31 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Intervensi berupa pemberian posisi semi fowler dan<em> lateral</em> kanan selama 3 hari dengan durasi minimal 15 menit. Hasil analisa data bivariat menggunakan uji Pa<em>ired t Test </em>menunjukan setelah dilakukan intervensi didapatkan data bahwa terdapat penurunan hemodinamik meliputi tekanan darah, nadi, saturasi oksigen, <em>respiratory rate,</em> dan <em>mean atrial pressure </em>(MAP). Penelitian ini menyimpulkan bahwa posisi <em>semi fowler</em> dan <em>lateral </em>kanan memiliki pengaruh terhadap hemodinamika pada pasien gagal jangung kongestif, posisi <em>semi fowler</em> dan<em> lateral</em> kanan dapat direkomendasikan sebagai salah satu intervensi non farmakologis untuk membantu pengelolaan hemodinamika pada pasien gagal jantung.</p>Nurul AzizahMuzaroah Ermawati UlkhasanahAndriani Mei Astuti
Copyright (c) 2026 Nurul Azizah, Muzaroah Ermawati Ulkhasanah, Andriani Mei Astuti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-222026-02-226233434110.56742/nchat.v6i2.213Hubungan Kadar Hematokrit dan Trombosit dengan Derajat Keparahan Demam Berdarah Dengue
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/275
<p>Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue. Nyamuk <em>Aedes aegypti</em> dan Aedes albopictus adalah vektor penyebabnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan demam berdarah dengue. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional pengumpulan data menggunakan data primer dari hasil hematologi analyzer. Sampel penelitian adalah pasien terdiagnosa DBD dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 30 pasien. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman dengan batas kemaknaan apabila p <0.05. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kadar hematokrit dengan derajat keparahan DBD (p <0.001 dan r=0.853). Hal ini menunjukan bahwa semakin tinggi kadar hematokrit maka semakin parah derajat keparahan DBD. Terdapat hubungan bermakna antara jumlah trombosit dengan derajat keparahan DBD (p <0.001 dan r=-0.819). Hal ini bermakna semakin rendah jumlah trombosit, maka semakin parah derajat keparahan DBD. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan signifikan antara kadar hematokrit dan trombosit dengan derajat keparahan DBD</p>Siti Nur FauziahYeni Talita Hutabarat
Copyright (c) 2026 Siti Nur Fauziah, Yeni Talita Hutabarat
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-02-222026-02-226234235010.56742/nchat.v6i2.275Pengaruh Konseling dengan Bantuan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Penggunaan Antibiotik di Kalangan Mahasiswa Farmasi STIKes Keluarga Bunda Jambi
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/276
<p>Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian memiliki peran penting dalam penggunaan dan edukasi antibiotik yang tepat, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dengan bantuan media <em>leaflet </em>terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik di kalangan mahasiswa Farmasi STIKes Keluarga Bunda Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah konseling, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 13 responden yang menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, yang menunjukkan masih adanya praktik penggunaan antibiotik yang tidak rasional, sebagian besar responden telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengertian antibiotik dan cara penggunaannya. Adanya peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan konseling dengan bantuan media <em>leaflet</em>, dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa konseling berbantuan media <em>leaflet </em>berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik. Dapat disimpulkan bahwa konseling dengan bantuan media <em>leaflet </em>efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai penggunaan antibiotik yang rasional.</p>Nurasiah NurasiahNovi Erviana HarahapNadia RaihanaFefri Perrianty
Copyright (c) 2026 Nurasiah, Novi Erviana Harahap, Nadia Raihana, Fefri Perrianty
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-03-012026-03-016235135910.56742/nchat.v6i2.276Hubungan antara Kebiasaan Sarapan, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia Pada Remaja di SMAN 12 Kendari
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/263
<p>Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri yang memiliki kebutuhan zat besi lebih tinggi akibat pertumbuhan dan menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di SMAN 12 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 119 responden remaja putri kelas X–XI yang dipilih melalui purposive sampling. Kebiasaan sarapan dinilai menggunakan kuesioner, aktivitas fisik menggunakan IPAQ, status gizi melalui pengukuran IMT (berat badan dan tinggi badan) , dan kadar hemoglobin menggunakan Hb-meter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 29.4% responden tidak anemia dan 70.6% mengalami anemia. Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dengan kejadian anemia (p = 0.014), serta terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kejadian anemia (p = 0.015). Sementara itu, status gizi tidak menunjukkan hubungan bermakna dengan kejadian anemia (p = 0.289). Kesimpulan penelitian ini adalah kebiasaan sarapan dan aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian anemia, sedangkan status gizi tidak berhubungan dengan anemia pada remaja putri di SMAN 12 Kendari sehingga dibutuhkan upaya edukasi gizi mengenai sarapan sehat dan pemenuhan kebutuhan zat besi dapat mencegah anemia.</p>Rahmawati RahmawatiWa Ode SalmaSyefira Salsabila
Copyright (c) 2026 Rahmawati Rahmawati, Wa Ode Salma, Syefira Salsabila
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-232026-04-236236036510.56742/nchat.v6i2.263Kualitas Fisik dan Angka Kuman Udara Pada Ruang Pelayanan dan Ruang Tunggu Puskesmas Nania, Kota Ambon
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/277
<p>Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dengan tingkat hunian dan aktivitas yang tinggi, sehingga berpotensi mengalami penurunan kualitas udara dalam ruangan dan meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis udara. Perbedaan fungsi ruang, kepadatan penghuni, dan sistem ventilasi dapat memengaruhi kualitas fisik dan mikrobiologis udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kualitas fisik udara (suhu dan kelembaban) serta angka kuman udara pada ruang poliklinik umum, laboratorium, dan ruang tunggu di Puskesmas Nania, Kota Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan teknik <em>grab sampling</em> pada 13 titik pengukuran. Angka kuman udara diperiksa menggunakan <em>air sampler</em> dan dinyatakan dalam CFU/m³, sedangkan suhu dan kelembaban diukur menggunakan <em>thermohygrometer</em>. Hasil pengukuran dibandingkan dengan baku mutu kesehatan lingkungan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023. Hasil penelitian dikatahui Angka kuman udara tertinggi ditemukan pada ruang tunggu, diikuti ruang laboratorium, dan terendah pada ruang poliklinik umum. Suhu udara seluruh ruangan memenuhi baku mutu, namun kelembaban udara pada seluruh ruangan melebihi standar yang ditetapkan. Kualitas udara dalam ruangan di Puskesmas Nania berbeda berdasarkan fungsi ruang, dengan ruang tunggu dan laboratorium memiliki risiko mikrobiologis lebih tinggi. Kelembaban udara yang tinggi menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan angka kuman udara, sehingga diperlukan peningkatan ventilasi dan pengendalian kelembaban di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.</p>Arfan OhorellaDamayanti Sima Sima Sohilauw M. Fadly Kaliky
Copyright (c) 2026 Arfan Ohorella, Damayanti Sima Sima Sohilauw , M. Fadly Kaliky
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-232026-04-236236637110.56742/nchat.v6i2.277Gambaran Sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi Tahun 2024
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/279
<p>Sanitasi pasar adalah usaha pengendalian melalui kegiatan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pengaruh yang ditimbulkan oleh pasar yang erat dengan merebaknya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi yang meliputi penyediaan air bersih, toilet, pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, tempat cuci tangan, serta pengendalian vektor penyakit di Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey deskriptif untuk melihat gambaran sanitasi Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Objek penelitian ini adalah kondisi sanitasi yang ada di Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 6 item penilaian penyediaan air bersih tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100%, sebanyak 8 item penilaian toilet perempuan tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100% dan 8 item penilaian toilet laki-laki tidak memenuhi persyaratan 100%, sebanyak 6 item penilaian tempat pembuangan sampah tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 100%, 8 item penilaian pada saluran pembuangan limbah atau drainase tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 87.5%, sebanyak 5 item penilaian tempat cuci tangan tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 60%, serta 5 item penilaian pengendalian vektor penyakit tidak memenuhi persyaratan dengan persentase 80%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa Pasar Induk Talang Gulo Kota Jambi memiliki sanitasi dengan kriteria tidak memenuhi persyaratan sanitasi Pasar sehat karena jumlah skor memenuhi syarat <70%.</p>Sondang SiahaanRina FauziahEmilia ChandraAri Valentino
Copyright (c) 2026 Sondang Siahaan, Rina Fauziah, Emilia Chandra, Ari Valentino
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-232026-04-236237237710.56742/nchat.v6i2.279Persepsi Akseptor dalam Pengambilan Keputusan Tidak Menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan Dampaknya terhadap Hipertensi
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/280
<p>Penggunaan metode kontrasepsi hormonal jangka pendek seperti pil dan suntik masih mendominasi dibandingkan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), meskipun MKJP memiliki efektivitas yang lebih tinggi dan tingkat keberlanjutan yang lebih baik. Persepsi negatif akseptor terhadap MKJP serta kurangnya pemahaman mengenai risiko kesehatan jangka panjang, khususnya hipertensi, menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan tidak menggunakan MKJP. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi akseptor dalam pengambilan keputusan tidak menggunakan MKJP serta dampaknya terhadap kejadian hipertensi di Puskesmas Mokoau Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Partisipan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari empat wanita usia subur pengguna kontrasepsi hormonal jangka pendek yang mengalami hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap MKJP dipengaruhi oleh rasa takut terhadap proses pemasangan, kurangnya informasi yang benar di masyarakat, serta rendahnya pemahaman mengenai risiko penggunaan kontrasepsi hormonal jangka pendek dalam jangka panjang. Keputusan untuk tidak menggunakan MKJP mendorong akseptor memilih kontrasepsi hormonal jangka pendek yang berkontribusi terhadap peningkatan risiko hipertensi. Kesimpulan penelitian bahwa persepsi akseptor berperan penting dalam pengambilan keputusan kontrasepsi.</p>Sitti AisaWahida WahidaNuryanti Multy
Copyright (c) 2026 Sitti Aisa, Wahida Wahida, Nuryanti Multy
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-232026-04-236237838510.56742/nchat.v6i2.280Asuhan Keperawatan Pada Pasien Laparatomi: Appendisitis di Ruang Anggrek RSUD Kota Kendari
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/281
<p>Appendisitis adalah satu penyebab nyeri pada perut bagian kanan bawah yang sering di temukan. Penyebab yang paling sering adalah adanya obstruksi lumen yang berlanjut pada kerusakan dinding appendik dan terjadi pembentukan abses. Apendisitis dapat mengenai laki-laki dan perempuan, namun 1.3-1.6 kali lebih sering mengenai laki-laki usia 10 hingga 30 tahun. Rancangan karya ilmiah ini menggunakan rancangan eksploratif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek studi kasus ini adalah salah satu pasien di Ruang Anggrek RSUD Kota Kendari yang berjenis kelamin Laki-Laki. Tehnik pengumpulan data yang digunakan penulis dalam studi kasus ini adalah observasi, wawancara, dokumntasi dan pemeriksaan fisik. Tujuan umum dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan pada pasien post laparatomi: appendisits dengan terapi relaksasi benson di Ruang Anggrek RSUD Kota Kendari. Diagnosa keperawatan yang diangkat merujuk pada SDKI. Diagnosa keperawatan sesuai dengan kondisi klien. Nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisik, risiko infeksi dengan faktor risiko efek prosedur invasif, gangguan pola tidur berhubungan dengan kurang privasi. Intervensi keperawatan merujuk pada SLKI dan SIKI, intervensi yang diangkat adalah manajemen nyeri, pencegahan infeksi, perawatan luka dan dukungan tidur. Implementasi di laksanakan selama tiga hari. Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan didapatkan tiga masalah yang dialami oleh pasien. Ketiga masalah tersebut teratasi setelah di lakukan tindakan keperawatan</p>Ketrin KetrinSri Susanty
Copyright (c) 2026 Ketrin Ketrin, Sri Susanty
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-272026-04-276238639410.56742/nchat.v6i2.281Asuhan Keperawatan Lansia Pada Ny. M dengan Stroke Non Hemoragik di Ruang Lavender RSUD Kota Kendari
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/283
<p>Stroke adalah salah satu masalah kesehatan yang penting dan perlu diperhatikan. Stroke merupakan suatu gangguan pada pembuluh darah otak, yang menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Stroke pada setiap tahunnya meningkat dengan berdasarkan data pada RSUD Kota Kendari ditahun 2021 berjumlah 165, tahun 2022 berjumlah 245 dan tahun 2023 sebanyak 252 kasus. Tujuan dari Karya Ilmiah Akhir Ners ini yaitu mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada lansia dengan Stroke Non Hemoragik Di Ruang Lavender RSUD Kota Kendari. Karya Ilmiah ini menggunakan pendekatan studi kasus. Subyek studi kasus ini adalah salah satu pasien perempuan berusia 63 tahun di Ruang Lavender RSUD Kota Kendari dengan diagnosa medis NHS. Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam studi kasus ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan pemeriksaan fisik. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa diagnosa keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kondisi klien yaitu gangguan mobilitas fisik, defisit perawatan diri, risiko defisit nutrisi dan risiko jatuh. Intervensi keperawatan yang meliputi dukungan mobilitas, dukungan perawatan diri, manajemen nutrisi dan pencegahan jatuh. Implementasi dilaksanakan selama enam hari. Berdasarkan hasil pengkajian yang telah dilakukan didapatkan empat masalah yang dialami klien dan diatasi dengan tindakan keperawatan selama enam hari perawatan dengan hasil evaluasi akhir masalah teratasi meliputi adanya peningkatan kekuatan otot, mampu melakukan perawatan diri (makan) dan risiko jatuh tidak terjadi.</p> <p> </p>Mawar Marwati Sri Susanty
Copyright (c) 2026 Mawar Marwati , Sri Susanty
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-272026-04-276239540310.56742/nchat.v6i2.283Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/284
<p>Peningkatan populasi lansia memicu masalah fisik dan psikis, terutama depresi. Di Kota Kendari, prevalensi gejala depresi lansia cukup tinggi 60.03%, jika tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup lanjut usia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode <em>cross sectional </em>dengan variabel bebas adalah tingkat depresi dan variabel terikat adalah kualitas hidup. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Penelitian ini dilakukan tanggal 5-29 Desember 2025 dengan jumlah sampel 67 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner <em>Geriatric Depression Scale</em> (GDS) dan <em>World Health Organization Quality of Life</em> (WHOQOL)dan dianalisis menggunakan uji <em>Fisher Exact Test</em>. Hasil penelitian terhadap 67 responden diperoleh tingkat depresi dalam kategori normal, yaitu 40 orang 59.7%, depresi ringan 17 orang 25.4%, depresi sedang 8 orang 11.9%, dan depresi berat 2 orang 3.0%. Kualitas hidup kategori baik sebanyak 50 orang 74.6%, sementara 17 responden 25.4% lainnya memiliki kualitas hidup kategori buruk. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup lansia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun dengan nilai (<em>p=</em> 0.000). Kesimpulan penelitian bahwa semakin rendah tingkat depresi, maka semakin baik kualitas hidup lansia, begitupun sebaliknya, depresi yang berat merupakan prediktor utama rendahnya kualitas hidup lansia.</p>Nazila NazilaSri SusantyLa Ode Alifariki
Copyright (c) 2026 Nazila Nazila, Sri Susanty, La Ode Alifariki
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-272026-04-276240441210.56742/nchat.v6i2.284Hubungan Persepsi Penyakit dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kecamatan Soropia
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/285
<p>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu permasalahan utama dalam pengendalian hipertensi adalah rendahnya kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat antihipertensi, yang salah satunya dipengaruhi oleh persepsi penderita terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 penderita hipertensi. Persepsi penyakit diukur menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ), sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi penyakit pada responden didominasi oleh persepsi ancaman sedang (52.8%), diikuti persepsi rendah (319%) dan tinggi (15.3%). Sebagian besar responden tidak patuh dalam minum obat antihipertensi (69.4%), sedangkan yang patuh hanya 30.6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia (p = 0.003; p < 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia, di mana persepsi penyakit yang lebih positif berpotensi meningkatkan kepatuhan pengobatan.</p>Nur AisyahLa Ode AlifarikiLa Rangki
Copyright (c) 2026 Nur Aisyah, La Ode Alifariki, La Rangki
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-272026-04-276241342210.56742/nchat.v6i2.285Analisis Faktor Risiko Insomnia Pada Lansia di Indonesia: Literatur Review
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/286
<p>Insomnia merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan gangguan onset tidur dan atau ganguan pemeliharaan tidur. Dalam keadaan normal apabila seseorang lansia tidak dapat tidur yang cukup untuk menjaga kesehatan dapat memberikan efek seperti pelupa, kebingungan dan disorientasi. factor risiko yang berhubungan dengan kejadian insomnia pada lansia yaitu usia, jenis kelamin, kecemasan, dan gaya hidup stress, faktor lingkungan, <em>merokok dan tingkat kecemasan. </em>Adapun tujuan dari penulisan literatur review ini adalah untuk mengetahui factor-faktor risiko apa saja yang paling berpengaruh terhadap kejadian insomnia pada lansia di Indonesia. Metode penelitian bahwa dalam tinjauan literatur ini pengumpulan artikel atau jurnal relevan yang didapatkan pada database Google Scholar dan Pubmed. Yang dilakukan secara sistematis dengan mengikuti tahapan yang benar dengan menggunakan format Prisma serta menentukan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh 19 jurnal yang menjelaskan mengenai faktor resiko insomnia pada lansia di Indonesia. Faktor resiko mencakup usia, status menikah, lingkungan, gaya hidup, merokok, aktivitas fisik, penyakit fisik, hipertensi, kecemasan, depresi, dan stress. Kesimpulan penelitian bahwa faktor yang paling berpengaruh berdasarkan berbagai jurnal yang di review oleh penulis adalah kecemasan, depresi, gaya hidup sehingga diperlukan pendampingan lebih bagi lansia dengan gangguan tidur khusunya Insomnia.</p> <p> </p>Sri SusantyRamadhan TosepuShola ShobrinaZurezki Yuana YafieFauziah IbrahimAbdul Rafid
Copyright (c) 2026 Sri Susanty, Ramadhan Tosepu, Shola Shobrina, Zurezki Yuana Yafie, Fauziah Ibrahim, Abdul Rafid
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-272026-04-276242343510.56742/nchat.v6i2.286Analisis Senyawa Larut Asam dalam Teh Herbal dari Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera)
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/287
<p>Kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan daun kelor (Moringa oleifera) merupakan bahan alami yang berpotensi sebagai sumber antioksidan, namun pemanfaatannya sebagai produk pangan fungsional masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar senyawa terlarut dalam asam pada sediaan teh herbal berbahan kulit buah naga dan daun kelor sebagai indikator kualitas dan ketersediaan bioaktif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan post-test only design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, serta analisis senyawa terlarut dalam asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar senyawa terlarut dalam asam pada kulit buah naga sebesar 23%, sedangkan pada daun kelor sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit buah naga memiliki kandungan senyawa yang lebih mudah larut dalam kondisi asam dibandingkan daun kelor. Senyawa terlarut dalam asam berkaitan dengan ketersediaan hayati, sehingga semakin tinggi nilainya menunjukkan potensi penyerapan yang lebih baik dalam tubuh. Dengan demikian, kombinasi kedua bahan ini berpotensi dikembangkan sebagai teh herbal fungsional yang memiliki nilai gizi dan aktivitas bioaktif yang baik.</p>Zakia AlsafanaFefri PerriantyHary SaputraNovi Erviana Harahap
Copyright (c) 2026 Zakia Alsafana, Fefri Perrianty, Hary Saputra, Novi Erviana Harahap
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-292026-04-296243644110.56742/nchat.v6i2.287Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Pola Asuh Anak dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Waode Buri
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/288
<p>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri. Kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak merupakan faktor penting yang diduga berperan dalam kejadian stunting pada anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 70 ibu yang memiliki anak balita usia 24–59 bulan, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan pengukuran tinggi badan anak, kemudian dianalisis menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% responden menilai kualitas pelayanan kesehatan berada pada kategori baik dan 48.6% pada kategori kurang. Berdasarkan karakteristik responden, mayoritas berpendidikan SMA (71.4%) dan memiliki pendapatan < Rp3.000.000 (54.3%). Analisis menunjukkan adanya hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak dengan kejadian stunting pada anak balita. Kualitas pelayanan kesehatan dan pola asuh anak berhubungan dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Waode Buri, sehingga diperlukan upaya terpadu antara peningkatan mutu pelayanan kesehatan dan penguatan peran keluarga dalam pengasuhan anak.</p>Dewi Purnama ShantySri SusantyJafriati Jafriati
Copyright (c) 2026 Dewi Purnama Shanty, Sri Susanty, Jafriati Jafriati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-292026-04-296244245110.56742/nchat.v6i2.288Hubungan Tingkat Kecemasan dan Literasi Kesehatan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi di Kecamatan Soropia
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/289
<p>Kepatuhan minum obat merupakan kunci keberhasilan terapi hipertensi, namun dipengaruhi oleh faktor psikologis(Tingkat kecemasan) dan kognitif (literasi Kesehatan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dan literasi kesehatan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 72 orang yang dipilih melalui teknik <em>simple random sampling</em>. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner MMAS-8 untuk kepatuhan, HARS untuk kecemasan, dan HLS-EU-SQ10-IDN untuk literasi kesehatan. Analisis data menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil penelitian menunjukkan 69.4% responden tidak patuh dan 30.6% patuh dalam minum obat. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan (<em>p</em> = 0.004) dan literasi kesehatan (<em>p</em> = 0.009) dengan kepatuhan minum obat. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah, tingkat kecemasan dan literasi kesehatan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi.</p> <p> </p>Nur Hikma PutriLa Ode AlifarikiDiah Indriastuti
Copyright (c) 2026 Nur Hikma Putri, La Ode Alifariki, Diah Indriastuti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-292026-04-296245245910.56742/nchat.v6i2.289Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis Capitis pada Santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/290
<p><em>Pediculosis capitis</em> merupakan masalah kesehatan global yang endemik di lingkungan padat huni seperti pondok pesantren, dimana praktik <em>personal hygiene</em> yang buruk dan kebiasaan berbagi alat pribadi menjadi faktor risiko terjadinya penularan kutu rambut. Penyakit ini disebabkan oleh infestasi parasit <em>pediculus humanus capitis</em>. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara <em>personal hygiene</em> dengan kejadian <em>pediculosis capitis</em> pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode <em>cross sectional </em>dengan variabel bebas adalah <em>personal hygiene</em> dan variabel terikat adalah <em>pediculosis capitis</em>. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>simple random sampling</em>. Penelitian ini dilakukan tanggal 19 Desember 2025 dengan jumlah sampel 69 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner <em>personal hygiene </em>dan lembar observasi <em>pediculosis capitis </em>dan dianalisis menggunakan uji <em>Fisher Exact Test</em>. Hasil penelitian terhadap 69 responden diperoleh <em>personal hygiene </em>kategori baik yaitu sebanyak 64 orang 92.8%, sementara 5 orang lainnya 7.2% tergolong dalam kategori <em>personal hygiene </em>kurang. Pada kejadian <em>pediculosis capitis </em>terdapat 57 orang yang menderita <em>pediculosis capitis </em>82.6% dan 12 orang lainnya tidak menderita <em>pediculosis capitis </em>17.4%. Hasil uji <em>Fisher Exact Test</em> menunjukkan bahwa nilai <em>p-value </em>< 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara <em>personal hygiene</em> dengan kejadian <em>pediculosis capitis </em>pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari dengan nilai (<em>p =</em> 0.034).</p>Arqistia Chantika AbustamArfiyan SukmadiLa Ode Alifariki
Copyright (c) 2026 Arqistia Chantika Abustam, Arfiyan Sukmadi, La Ode Alifariki
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-04-292026-04-296246046710.56742/nchat.v6i2.290Pengaruh Diaphragmatic Breathing Exercise terhadap Saturasi Oksigen pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis di Rumah Sakit Royal Prima Medan
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/292
<p>Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan gangguan paru kronis yang ditandai oleh obstruksi aliran udara yang progresif, gangguan pertukaran gas, dan penurunan fungsi respirasi yang bersifat tidak sepenuhnya reversibel. Secara klinis, selain terapi farmakologis dan oksigen, pendekatan non-farmakologis seperti latihan pernapasan menjadi bagian penting dalam rehabilitasi PPOK. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah <em>diaphragmatic breathing exercise</em> atau latihan pernapasan diafragma. Tujuan penelian ini adalah untuk mengetahui pengaruh <em>Diaphragmatic Breathing Exercise</em> terhadap saturasi oksigen pada pasien PPOK. Metode penelitian ini menggunakan desain <em>quasi-experimental</em> dengan pendekatan <em>pretest-posttest with control group design</em>. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 orang pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Royal Prima Medan (15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok control). Variabel independent dalam penelitian ini adalah <em>Diaphragmatic breathing exercise</em> yaitu latihan pernapasan menggunakan diafragma yang dilakukan selama 10–15 menit, 2 kali sehari selama 5 hari. Sedangkan variabel dependen adalah saturasi oksigen yaitu persentase kadar oksigen dalam darah yang diukur menggunakan <em>pulse oximeter</em> (skala rasio, satuan %), data yang terkumpul diolah menggunakan SPSS for Windows versi 31. Berdasarkan hasil uji statistik <strong>t</strong>erdapat perbedaan pada kelompok intervensi (p < 0.05) sehingga dapat disimpulkan bahwa <em>diaphragmatic breathing exercise</em> berpengaruh terhadap peningkatan saturasi oksigen pada pasien PPOK.</p>Lisnawati LubisEvalatifah Nurhayati
Copyright (c) 2026 Lisnawati Lubis, Evalatifah Nurhayati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-012026-05-016246847410.56742/nchat.v6i2.292Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Media Video Terhadap Pengetahuan Pola Makan Pada Lansia Prolanis Hipertensi di Puskesmas Ciwaruga
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/293
<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak terjadi pada lansia dan dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor penting dalam pengendalian hipertensi adalah penerapan pola makan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi menggunakan media video terhadap pengetahuan pola makan pada lansia Prolanis hipertensi di <span class="whitespace-normal">Puskesmas Ciwaruga</span>. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 51 lansia hipertensi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pola makan dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum diberikan edukasi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak 26 orang (51.0%), cukup 19 orang (37.3%), dan baik 6 orang (11.8%). Setelah diberikan edukasi media video, terjadi peningkatan dimana mayoritas responden berada dalam kategori pengetahuan baik sebanyak 48 orang (92.3%) dan cukup 3 orang (5.8%), serta tidak terdapat lagi kategori kurang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0.001 (p < 0.05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Edukasi menggunakan media video berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pola makan pada lansia Prolanis hipertensi.</span></p>Mila MaryaniIstianah IstianahArieni Ramadhan Tonika Tohri
Copyright (c) 2026 Mila Maryani, Istianah Istianah, Arieni Ramadhan , Tonika Tohri
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-012026-05-016247548110.56742/nchat.v6i2.293Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan Sikap Pasien dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Wara Kota Palopo
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/294
<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi untuk mencegah kegagalan terapi serta resistensi obat. Efek samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dan sikap pasien diduga menjadi faktor yang memengaruhi kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan efek samping OAT dan sikap pasien dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Wara Kota Palopo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 75 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping OAT kategori sedang paling banyak dialami responden (38.6%), diikuti ringan (30.7%) dan berat (30.7%). Sikap positif ditemukan pada 41.4% responden, sedangkan kepatuhan kategori patuh sebesar 38.7%. Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara efek samping OAT dengan kepatuhan minum obat (p = 0.000) serta antara sikap pasien dengan kepatuhan minum obat (p = 0.000). Disimpulkan bahwa efek samping OAT dan sikap pasien berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Wara Kota Palopo.</span></p>Hera HeriyantiEva Kurniati Lindriani Lindriani
Copyright (c) 2026 Hera Heriyanti, Eva Kurniati , Lindriani Lindriani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-012026-05-016248249010.56742/nchat.v6i2.294Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/295
<p>Sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh berasal dari aktivitas kios dan toko dengan timbulan mencapai 4–5 ton per hari. Namun, pengelolaan sampah di pasar tersebut belum optimal, ditandai dengan tidak tersedianya Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang memadai serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2023. Populasi penelitian terdiri dari 550 pedagang dan 7 petugas kebersihan. Sampel pedagang sebanyak 85 orang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling, sedangkan seluruh petugas kebersihan dijadikan sampel. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengumpulan sampah dalam kategori tidak baik sebesar 56.5%, pengangkutan sampah tidak baik sebesar 57%, sarana penampungan sampah tidak baik sebesar 77.6%, peran pedagang tidak baik sebesar 53%, dan peran petugas kebersihan tidak baik sebesar 57%. Dapat disimpulkan bahwa pengelolaan sampah di Pasar Tradisional Tanjung Bajure Kota Sungai Penuh masih belum memenuhi standar pasar sehat. Diperlukan perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan pengawasan, serta penguatan partisipasi pedagang dan petugas kebersihan guna mewujudkan lingkungan pasar yang bersih dan sehat.</p>Suparmi SuparmiRina FauziahSondang SiahaanSelvy Helka Mutiara
Copyright (c) 2026 Suparmi Suparmi, Rina Fauziah, Sondang Siahaan, Selvy Helka Mutiara
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-022026-05-026249149810.56742/nchat.v6i2.295Perbandingan Edukasi Kesehatan dengan Metode Gamifikasi dan Metode Ceramah Terhadap Pengetahuan Pencegahan Miopia Pada Siswa
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/298
<p>Miopia merupakan salah satu gangguan penglihatan yang banyak terjadi pada anak usia sekolah dan berdampak pada proses belajar serta kualitas hidup, namun edukasi kesehatan yang selama ini lebih banyak menggunakan metode ceramah masih kurang melibatkan partisipasi aktif siswa, sementara penggunaan gamifikasi yang dinilai lebih interaktif belum banyak diteliti efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan miopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas edukasi kesehatan dengan metode gamifikasi dan metode ceramah terhadap pengetahuan pencegahan miopia pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan pendekatan pretest–posttest two group design. Penelitian dilakukan pada 78 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok gamifikasi dan kelompok ceramah dengan masing-masing 39 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan miopia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan independent t-test dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok gamifikasi terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 53.33 menjadi 88.33 (p < 0.001). Pada kelompok ceramah terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 58.97 menjadi 7.46 (p < 0.001). Hasil uji independent t-test menunjukkan adanya perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p < 0.001, dimana rata-rata peningkatan skor pengetahuan pada kelompok gamifikasi sebesar 35.00 sedangkan pada kelompok ceramah sebesar 19.49. Kesimpulan penelitian ini adalah metode gamifikasi lebih efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan miopia.</p>Ririn Putri AhudyantiLisbet Octovia ManaluAhmad ArifinM. Sandi Haryanto
Copyright (c) 2026 Ririn Putri Ahudyanti, Lisbet Octovia Manalu, Ahmad Arifin, M. Sandi Haryanto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-022026-05-026249950610.56742/nchat.v6i2.298Pengaruh Edukasi Media Booklet Perawatan Kaki terhadap Pengetahuan Pencegahan Ulkus Diabetik Pada Pasien DM Tipe 2 di RSUD Lembang
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/300
<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis yang sering terjadi pada pasien diabetes melitus dan dapat meningkatkan risiko amputasi jika tidak ditangani dengan baik. Edukasi kesehatan menggunakan media booklet dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai pencegahan ulkus diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi media booklet perawatan kaki terhadap pengetahuan pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Lembang. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Lembang sebanyak 135 orang, dengan sampel sebanyak 58 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan pencegahan ulkus diabetik yang terdiri dari 15 pertanyaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang sebanyak 52 responden (89.7%) dan pengetahuan cukup sebanyak 6 responden (10.3%). Setelah diberikan edukasi menggunakan media booklet terjadi peningkatan pengetahuan dimana sebanyak 55 responden (94.8%) memiliki pengetahuan baik dan 3 responden (5.2%) memiliki pengetahuan cukup. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p < 0.001 yang menunjukkan adanya pengaruh edukasi media booklet terhadap pengetahuan pencegahan ulkus diabetik. Edukasi menggunakan media booklet perawatan kaki efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan ulkus diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2.</span></p>Della Haifa AssariIstianah IstianahArieni Ramadhan Eny Kusmiran
Copyright (c) 2026 Della Haifa Assari, Istianah Istianah, Arieni Ramadhan , Eny Kusmiran
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-022026-05-026250751510.56742/nchat.v6i2.300Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya
https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/304
<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Diabetes melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan kualitas hidup pasien adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pasien DM tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 50 pasien DM tipe 2 dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga yang mencakup dukungan emosional, penilaian, instrumental, dan informasional, serta instrumen WHOQOL untuk mengukur kualitas hidup. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh dimensi dukungan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2, yaitu dukungan emosional (p=0.002), penilaian (p=0.000), instrumental (p=0.009), dan informasional (p=0.000). Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup pasien DM tipe 2. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Krueng Barona Jaya. Semakin baik dukungan keluarga yang diterima, semakin tinggi kualitas hidup pasien.</span></p>Mujaddil Al MandharNurul Aulia Nisa Lola AmeliaGhina Khamisna Karmila Br Kaban
Copyright (c) 2026 Mujaddil Al Mandhar, Nurul Aulia Nisa , Lola Amalia, Ghina Khamisna , Karmila Br Kaban
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-05-022026-05-026251652210.56742/nchat.v6i2.304