https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/issue/feedNursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)2026-08-06T05:05:15+07:00Adius Kusnanadiuskusnan.fkuho@gmail.comOpen Journal Systems<p><strong>Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)</strong> adalah sebuah jurnal <em>blind peer-review</em> yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang ilmu kesehatan pada umumnya dan keperawatan. semua publikasi di jurnal NCHAT bersifat <em>Open access </em>yang memungkinkan artikel tersedia <em>Online Free </em>tanpa berlangganan apapun.</p>https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/351Pengaruh Pemberian Kombinasi Tablet Fe dan Buah Kurma terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Trimester III2026-07-29T21:03:39+07:00Devi Puspita Sariddeviita@gmail.comBelian Anugrah Estribelianestri@unisayogya.ac.id<p>Selain suplementasi tablet Fe, buah kurma mengandung zat besi, asam folat, vitamin C, dan antioksidan yang berpotensi meningkatkan pembentukan hemoglobin sehingga dapat menjadi terapi pendamping dalam penanganan anemia selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian kombinasi tablet Fe dan buah kurma terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester III. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pretest-posttest control group design. Sebanyak 30 ibu hamil trimester III dengan anemia dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) yang memperoleh kombinasi tablet Fe dan buah kurma 100 gram/hari selama 14 hari serta kelompok kontrol (n=15) yang hanya memperoleh tablet Fe. Kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Easy Touch GCHb. Analisis data menggunakan Paired Sample t-test dan Independent Sample t-test pada tingkat kepercayaan 95%. Rerata kadar hemoglobin pada kelompok intervensi meningkat dari 9.027 ± 0.551 g/dL menjadi 12.087 ± 0.775 g/dL, sedangkan pada kelompok kontrol meningkat dari 8.920 ± 0.569 g/dL menjadi 10.493 ± 1.100 g/dL. Hasil Paired Sample t-test menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin yang signifikan pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol (masing-masing p < 0.001). Rerata peningkatan kadar hemoglobin pada kelompok intervensi sebesar 3.060 ± 0.878 g/dL, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 1.573 ± 1.030 g/dL. Hasil Independent Sample t-test menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan kadar hemoglobin yang bermakna antara kedua kelompok (t = 4.388; p < 0.001). Dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi tablet Fe dan buah kurma lebih efektif meningkatkan kadar hemoglobin dibandingkan pemberian tablet Fe saja pada ibu hamil trimester III dengan anemia.</p>2026-08-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Devi Puspita Sari, Belian Anugrah Estrihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/335Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Ibu Rumah Tangga dengan Keberadaan Larva Aedes aegypti di RW 04 Kelurahan Rawabadak Selatan Jakarta Utara2026-06-25T05:00:34+07:00Bina Rachma Permatasaribina@poltekkesjkt2.ac.idSyarifuddin Syarifuddinsyarifuddin.kes@gmail.comSulthan Raihan Akbar sulthanbabar45@gmail.com<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberadaan larva <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">Aedes aegypti</span></em> merupakan indikator penting yang menggambarkan risiko penularan DBD di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik PSN ibu rumah tangga dengan keberadaan larva <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">Aedes aegypti</span></em>. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">cross-sectional</span></em>. Populasi penelitian adalah seluruh ibu rumah tangga di RW 04 Kelurahan Rawabadak Selatan sebanyak 807 kepala keluarga. Sampel berjumlah 98 responden yang dipilih menggunakan teknik <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">proportional random sampling</span></em>. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan praktik PSN, serta observasi langsung untuk mengetahui keberadaan larva <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">Aedes aegypti</span></em>. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (?=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 98 rumah yang diperiksa, sebanyak 46 rumah (46.9%) ditemukan larva <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">Aedes aegypti</span></em> dan 52 rumah (53.1%) tidak ditemukan larva. Sebanyak 72 responden (73.5%) memiliki pengetahuan baik, 60 responden (61.2%) memiliki sikap baik, dan 46 responden (46.9%) memiliki praktik PSN yang baik. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0.007), sikap (p=0.031), dan praktik PSN (p=0.002) dengan keberadaan larva <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">Aedes aegypti</span></em>. Kesimpulan penelitian bahwa pengetahuan, sikap, dan praktik PSN ibu rumah tangga berhubungan secara signifikan dengan keberadaan larva <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">Aedes aegypti</span></em>. Praktik PSN merupakan faktor perilaku yang menunjukkan hubungan paling kuat dengan keberadaan larva. </span></p>2026-07-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Bina Rachma Permatasari, Syarifuddin Syarifuddin, Sulthan Raihan Akbar https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/329Hubungan Ventilasi, Pencahayaan, Kelembapan Rumah, dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lebak Wangi Kabupaten Serang2026-06-03T09:41:30+07:00Sari Surianisurianisari.17@gmail.comElis Aryati elisanggeria@gmail.com<p>Kesehatan masyarakat sebagian besar ditentukan oleh faktor lingkungan dan perilaku. Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita yang erat kaitannya dengan kondisi sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dan perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 97 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar balita mengalami ISPA (66.0%), hampir sebagian besar rumah memiliki ventilasi yang memenuhi syarat kesehatan (52.6%), pencahayaan yang memenuhi syarat kesehatan (56.7%), dan kelembaban yang memenuhi syarat kesehatan (68.0%). Selain itu, hampir sebagian besar responden memiliki perilaku pencegahan ISPA yang baik (50.5%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ventilasi (p = 0.008), pencahayaan (p = 0.038), kelembaban (p = 0.005), dan perilaku pencegahan (p = 0.012) berhubungan signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan yang meliputi ventilasi, pencahayaan, dan kelembaban rumah serta perilaku pencegahan dengan kejadian ISPA pada balita.</p>2026-06-24T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Sari Suriani, Elis Aryati https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/333Efektivitas Media Leaflet dalam Meningkatkan Pengetahuan Deteksi Dini Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur di PKK Padukuhan Kwarasan, Sleman2026-06-02T21:18:43+07:00Siska Dian Yolandadiansiskaa22@gmail.comIsmarwati Ismarwatiismarwati@unisayogya.ac.id<p>Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan reproduksi perempuan dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, terutama akibat rendahnya pengetahuan wanita usia subur (WUS) mengenai deteksi dini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah melalui promosi kesehatan menggunakan media leaflet. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas media leaflet dalam meningkatkan pengetahuan deteksi dini kanker serviks pada wanita usia subur di PKK Padukuhan Kwarasan, Nogotirto, Sleman, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilakukan pada Februari–Maret 2026 terhadap 37 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan deteksi dini kanker serviks yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach’s alpha = 0.812). Pengukuran dilakukan pada tahap pretest, posttest I segera setelah intervensi, dan posttest II satu minggu setelah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p < 0.05 menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori pengetahuan baik meningkat dari 76% pada pretest menjadi 97% pada posttest I dan mencapai 100% pada posttest II. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara pretest dan posttest I (Z = -4.076; p = 0.000) serta antara pretest dan posttest II (Z = -3.855; p = 0.000). Media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan pengetahuan wanita usia subur mengenai deteksi dini kanker serviks.</p>2026-07-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siska Dian Yolanda, Ismarwati Ismarwatihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/353Hubungan Tingkat Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Trimester III di Puskesmas Gamping I2026-07-13T10:01:20+07:00Yana Sufianayanasufiana29@gmail.comAndri Nur Sholihahandrisholihah@unisayogya.ac.id<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan melalui pelayanan antenatal adalah pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), namun keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">cross-sectional</span></em>. Sampel penelitian berjumlah 43 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik <em><span style="font-family: 'Garamond',serif;">total sampling</span></em>. Data kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data kejadian anemia diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar hemoglobin pada rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan ? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak patuh mengonsumsi Tablet Tambah Darah, yaitu sebanyak 24 responden (55.8%), dan sebagian besar mengalami anemia, yaitu sebanyak 24 responden (55.8%). Pada kelompok yang patuh, sebanyak 17 responden (89.5%) tidak mengalami anemia, sedangkan pada kelompok yang tidak patuh sebanyak 22 responden (91.7%) mengalami anemia. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan kejadian anemia (?² = 28.310; p<0.001). Disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah berhubungan secara bermakna dengan kejadian anemia pada ibu hamil trimester III. </span></p>2026-07-29T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yana Sufiana, Andri Nur Sholihahhttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/340Pengaruh Edukasi Kesehatan dengan Media Booklet Terhadap Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Diabetes Melitus pada Siswa Sekolah Dasar2026-07-07T18:43:57+07:00Putri Waghniniputri@gmail.comAbbasiah Abbasiahummisaza@gmail.comDewi Afrita Saridewi33@gmail.com<p>Rendahnya pengetahuan dan sikap pencegahan sejak usia sekolah dapat meningkatkan risiko diabetes melitus pada masa mendatang. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh edukasi kesehatan menggunakan media booklet terhadap pengetahuan dan sikap pencegahan diabetes melitus pada siswa sekolah dasar. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experimental menggunakan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 39 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah dinyatakan valid dan reliabel (Cronbach's Alpha=0.938). Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6.31 pada pretest menjadi 8.62 pada posttest dengan nilai p= < 0.001. Rata-rata skor sikap meningkat dari 5.82 menjadi 8.03 dengan nilai p= < 0.001. Hasil analisis menunjukkan terdapat 35 positive ranks pada variabel pengetahuan dan 32 positive ranks pada variabel sikap. Kesimpulan penelitian bahwa edukasi kesehatan menggunakan media booklet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan diabetes melitus pada siswa sekolah dasar.</p>2026-08-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putri Waghnini, Abbasiah Abbasiah, Dewi Afrita Sarihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/343Kolaborasi Multidisiplin dalam Penatalaksanaan Invasive Cervical Resorption (ICR) Menggunakan Material Biokeramik Bioaktif dan Komposit Injeksi Berdasarkan Evaluasi CBCT: Laporan Kasus2026-07-21T05:38:42+07:00Fani Pangabdianfani.pangabdian@hangtuah.ac.idDiana Soesiloaprilia@hangtuah.ac.idAprilia Apriliadiana.soesilo@hangtuah.ac.idEddy Hermantoeddy.hermanto@hangtuah.ac.idSarianoferni Sarianofernisarianoferni@hangtuah.ac.id<p>Invasive Cervical Resorption (ICR) merupakan lesi resorpsi agresif yang dapat menyebabkan kerusakan struktur gigi permanen dan berakhir pada kehilangan gigi apabila tidak ditangani sejak dini. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan penatalaksanaan kolaboratif multidisiplin (konservasi gigi, bedah mulut, dan radiologi) pada kasus ICR. Seorang pasien perempuan berusia 35 tahun dengan riwayat trauma pada insisivus sentral maksila kiri dan pernah menjalani perawatan ortodonti cekat. Pemeriksaan klinis dan Cone-Beam Computed Tomography (CBCT) mengonfirmasi adanya ICR Kelas III menurut Heithersay dengan keterlibatan subkrestal. Prosedur perawatan meliputi terapi saluran akar menggunakan sealer biokeramik, debridemen bedah untuk menghilangkan jaringan granulasi, serta restorasi defek menggunakan material biokeramik bioaktif yang dilanjutkan dengan restorasi komposit injeksi untuk rehabilitasi estetik. Keberhasilan penatalaksanaan ICR sangat bergantung pada diagnosis yang akurat berbasis CBCT, penggunaan material yang biokompatibel, serta pendekatan kolaboratif multidisiplin yang minimal invasif.</p>2026-08-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fani Pangabdian, Diana Soesilo, Aprilia Aprilia, Eddy Hermanto, Sarianoferni Sarianofernihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/349Evaluasi Cakupan Imunisasi Dasar Berdasarkan Data Program Rutin Sebelum dan Pascapandemi COVID-192026-08-06T05:05:15+07:00Fransiska Sitompulfransiska.sitompul@uki.ac.idMairani Sakinah mairanisakinah@gmail.comHertina Silaban hertina.silaban@uki.ac.idLinggom Kurniatylinggom.kurniaty@uki.ac.id<p>Imunisasi adalah upaya untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Adanya Covid-19 secara global sejak ditetapkan sebagai <em>Public Health Emergency of International Concern</em> (PHEIC) pada 30 Januari 2020 dan sebagai pandemi pada 11 Maret 2020 oleh WHO, memberikan dampak pada pelaksanaan program kesehatan khususnya pelayanan imunisasi dan surveilans PD3I. Berdasarkan data dari GAVI, WHO dan UNICEF menyebutkan bahwa setidaknya 80 juta anak usia kurang dari 1 tahun memiliki risiko untuk menderita penyakit difteri, campak dan polio akibat terganggunya pelayanan imunisasi rutin di tengah pandemi Covid -19. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian program imunisasi dasar usia 0 – 24 bulan di Puskesmas Kecamatan Cakung (Periode Covid-19 tahun 2020 dan 2023). Desain penelitian yaitu desain repeated cross-sectional descriptive study dengan pendekatan survei observasional. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kecamatan Cakung, Jakarta Timur dan lama penelitian dari Juli 2023 – Juni 2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan <em>total sampling</em>. Data diambil dari rekam medik dan sistem SiCantik. Data di analisis univariat, sebagai analisis deskriptif (<em>Microsoft Excel) </em>dengan menggunakan rumus cakupan imunisasi. Hasil penelitian menunjukkan capaian imunisasi dasar tahun 2020 tercapai sebanyak 9.1% dan tahun 2023 tidak tercapai sebanyak 7.4%; capaian imunisasi dasar lanjutan tahun 2020 tidak tercapai sebanyak 6% dan tahun 2023 tercapai sebanyak 8%.</p> <p> </p>2026-08-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Fransiska Sitompul, Mairani Sakinah , Hertina Silaban , Linggom Kurniatyhttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/336Hubungan Pola Makan Berdasarkan Food Frequency Questionnaire dengan Kejadian Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Alam2026-06-25T05:01:41+07:00Putri Cahayaputricahaya843@gmail.comMutia Izzati Rahmaizzatimutia7@gmail.comShaumi Ramadhanishaumi.ramadhani12@gmail.comSiti Farah Mirandasitifarahmiranda12@gmail.comTiarnida Nababansaflizar01@gmail.comSafilzar Safilzarsaflizar01@gmail.com<p>Pola makan yang tidak sehat, terutama konsumsi makanan tinggi natrium dan lemak, diketahui berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah. Namun, informasi mengenai hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam Kota Banda Aceh pada Januari–Maret 2026. Sampel penelitian berjumlah 30 lansia yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data pola makan diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status hipertensi ditentukan melalui pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital terkalibrasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Sebanyak 25 responden (83.3%) mengalami hipertensi dan 19 responden (63.3%) memiliki pola makan kurang baik. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian hipertensi pada lansia (p=0.050). Lansia dengan pola makan kurang baik memiliki risiko 1.74 kali lebih besar mengalami hipertensi dibandingkan lansia dengan pola makan baik (PR=1.74; 95%CI=1.01–2.98). Kesimpulan penelitian bahwa pola makan berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kuta Alam.</p> <p> </p>2026-07-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Putri Cahaya, Mutia Izzati Rahma, Shaumi Ramadhani, Siti Farah Miranda, Tiarnida Nababan, Safilzar Safilzarhttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/330Hubungan Lingkungan Sekolah Dengan Perilaku Merokok Pada Siswa di Madrasah Aliyah Al-Irsyad Kabupaten Konawe2026-06-02T21:17:20+07:00Hasrima Hasrimahasrima85@gmail.comNarmawan Narmawannarmawanfebson@gmail.comMien Mienmienitumien@gmail.comNurwati Nurwatiandinurhikma.ners@gmail.comAndi Nurhikma Mahdiandinurhikma.ners@gmail.com<p>Perilaku merokok pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Lingkungan sekolah sebagai tempat interaksi sosial siswa berpotensi mempengaruhi perilaku merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara lingkungan sekolah dengan perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki kelas XI dan XII sebanyak 46 responden yang diambil secara total sampling. Instrument pada penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji korelasi spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menyatakan lingkungan sekolah kategori buruk (67.4%) dan perilaku merokok kategori tinggi (2.2%), perilaku merokok sedang (60.9%) dan pelikau merokok rendah (37.0%). Analisis statistik korelasi spearman diperoleh p-value sebesar 0.001 (r=0.488), yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara lingkungan sekolah dengan perilaku merokok. Kesimpulan ada hubungan lingkungan sekolah dengan perilaku merokok siswa</p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Hasrima Hasrima, Narmawan Narmawan, Mien Mien, Nurwati Nurwati, Andi Nurhikma Mahdihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/346Profil Penyakit Mata Terkait Paparan Sinar UV di Klinik Mata SMEC Samarinda2026-07-21T05:44:34+07:00Nur Khoma Fatmawatigusma_riqo@yahoo.comRonny Isnuwardanar.isnuwardana@fk.unmul.ac.idMuh. Amir Masruhimnurergaamir@yahoo.comNataniel Tandirogangn.tandirogang@fk.unmul.ac.idRahmat Bakhtiarr.bakhtiar@fk.unmul.ac.idEsti Handayani Hardiestie_hardie@fpik.unmul.ac.idDaniel Tarigandaniel_trg08@yahoo.com<p>Paparan sinar UV berlebih merupakan faktor risiko penting terjadinya berbagai penyakit mata yang dapat menimbulkan gangguan penglihatan berat hingga kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil penyakit mata yang berhubungan dengan paparan sinar ultraviolet di Klinik Mata SMEC Samarinda serta dampaknya terhadap fungsi penglihatan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medis pasien periode 2022–2025. Penyakit yang dianalisis meliputi pterigium, dan degenerasi makula. Hasil penelitian menunjukkan total sampel sebanyak 749 pasien, terdiri atas 470 kasus pterigium (62.7%) dan 279 kasus degenerasi makula (37.3%). Secara tahunan, tren kasus pterigium meningkat dari 52 kasus pada tahun 2022 menjadi 186 kasus pada tahun 2025, sementara kasus degenerasi makula (<em>wet</em> AMD) meningkat dari 46 kasus pada tahun 2022 menjadi 78 kasus pada tahun 2025.Dampak klinis menunjukkan pterigium menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga kebutaan pada 5% kasus dan bersifat reversibel, sedangkan degenerasi makula menyebabkan gangguan penglihatan berat hingga kebutaan pada 26% kasus yang bersifat irreversibel. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa adanya peningkatan kasus degenerasi retina yang berhubungan dengan paparan UV dan menyebabkan kebutaan yang bersifat irreversibel.</p>2026-08-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Khoma Fatmawati, Ronny Isnuwardana, Muh. Amir Masruhim, Nataniel Tandirogang, Rahmat Bakhtiar, Esti Handayani Hardi, Daniel Tariganhttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/338Pengaruh Promosi Kesehatan Melalui Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Remaja Putri Dalam Melakukan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di SMPN 1 Godean2026-07-07T18:41:32+07:00Dona Melisacunyangmelisa@gmail.comIsmarwati Ismarwatiismarwt@gmail.com<p class="isselectedend" style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan yang dapat dicegah melalui deteksi dini, salah satunya dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Rendahnya pengetahuan remaja tentang SADARI menjadi tantangan dalam upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan melalui media leaflet terhadap pengetahuan remaja putri dalam melakukan SADARI di SMP N 1 Godean. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest terhadap 33 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 9.12 menjadi 15.36 setelah intervensi. Hasil uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dengan nilai p<0.001 (p<0.05) dan mean difference sebesar 6.24 (95% CI: 5.12–7.36). Disimpulkan bahwa promosi kesehatan melalui media leaflet berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang SADARI.</span></p>2026-08-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dona Melisa, Ismarwati Ismarwatihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/341Determinan Kegawatdaruratan Persalinan pada Ibu Bersalin di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping2026-07-07T18:45:00+07:00Nur Sari Buminursaribumi06@gmail.comFitnaningsih Endang Cahyawati fitnaningsihbidan@gmail.com<p>Berbagai faktor maternal diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kegawatdaruratan obstetri selama persalinan. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kegawatdaruratan persalinan. Penelitian observasional analitik dengan desain case-control retrospektif dilakukan di RS PKU Muhammadiyah Gamping menggunakan data rekam medis periode November 2023–Desember 2025. Sampel berjumlah 292 responden yang terdiri atas 146 kasus dan 146 kontrol. Variabel yang diteliti meliputi usia ibu, paritas, riwayat kehamilan dan persalinan, jarak kehamilan, serta penyakit penyerta. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan Odds Ratio (OR) dengan tingkat kepercayaan 95%. Jenis kegawatdaruratan terbanyak adalah preeklampsia (52.7%), diikuti distosia bahu (35.6%), perdarahan (8.2%), dan eklampsia (3.4%). Usia ibu berhubungan dengan kejadian kegawatdaruratan persalinan (p=0.002; OR=2.431; 95%CI=1.368–4.321). Paritas berhubungan dengan kejadian kegawatdaruratan persalinan (p<0.001; OR=2.498; 95%CI=1.523–4.099). Jarak kehamilan berhubungan dengan kejadian kegawatdaruratan persalinan (p=0.030; OR=1.754; 95%CI=1.055–2.919). Penyakit penyerta berhubungan dengan kejadian kegawatdaruratan persalinan (p=0.010; OR=2.056; 95%CI=1.186–3.566). Riwayat kehamilan dan persalinan tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian kegawatdaruratan persalinan (p=0.058; OR=1.750; 95%CI=0.977–3.135). Ke<strong>simpulan</strong><strong> penelitian bahwa u</strong>sia ibu, paritas, jarak kehamilan, dan penyakit penyerta merupakan faktor yang berhubungan dengan kejadian kegawatdaruratan persalinan. Paritas menjadi faktor yang memiliki kekuatan hubungan terbesar terhadap kejadian kegawatdaruratan persalinan.</p>2026-08-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Nur Sari Bumi, Fitnaningsih Endang Cahyawati https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/344Gambaran Pola Asuh Orang Tua pada Mahasiswa Tahun Pertama2026-07-21T05:40:50+07:00Ratna Komalaratnakomala.akper@gmail.comAnanda Prastuti Sutrisnoanandaprastutis@gmail.com<p>Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berperan dalam pembentukan karakter, kemandirian, serta kemampuan adaptasi mahasiswa pada masa transisi menuju pendidikan tinggi. Informasi mengenai pola asuh yang dipersepsikan oleh mahasiswa tahun pertama masih terbatas, khususnya pada kelompok remaja akhir yang sedang menghadapi perubahan akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola asuh orang tua pada mahasiswa tahun pertama. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa tahun pertama berusia 18–19 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan <em>Parental Authority Questionnaire-Short</em> (PAQ-S) yang mengelompokkan pola asuh menjadi <em>authoritative</em>, <em>authoritarian</em>, dan <em>permissive</em>. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mempersepsikan orang tuanya menerapkan pola asuh <em>authoritative</em> sebanyak 27 responden (62.8%), diikuti pola asuh <em>authoritarian</em> sebanyak 9 responden (20.9%), serta pola asuh <em>permissive</em> sebanyak 7 responden (16.3%). Temuan ini menunjukkan bahwa pola asuh <em>authoritative</em> merupakan pola asuh yang paling dominan pada mahasiswa tahun pertama. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program pendidikan keluarga dan promosi kesehatan mental pada remaja akhir serta mahasiswa tahun pertama.</p> <p> </p>2026-08-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ratna Komala, Ananda Prastuti Sutrisnohttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/350Analisis Biaya dan Faktor-Faktor yang Memengaruhi Biaya Hipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Balaraja2026-07-29T21:02:33+07:00Endang Sunariyantiendangsunariyanti@gmail.comMurhasdi Murhasdimurhasdi26@gmail.comNuriyatul Fhatonahnuriyatulfhatonah0207@gmail.com<p>Analisis biaya serta identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi biaya pelayanan hipertensi diperlukan sebagai dasar pengelolaan sumber daya kesehatan yang lebih efisien. Tujuan penelitian untuk menganalisis biaya medis langsung serta faktor-faktor yang memengaruhi biaya pelayanan hipertensi pada pasien rawat jalan di RSUD Balaraja. Penelitian observasional analitik dengan desain <em>cross-sectional</em> menggunakan data sekunder rekam medis dan sistem informasi pembiayaan rumah sakit. Sampel penelitian terdiri atas 72 pasien hipertensi rawat jalan peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik pasien dan komponen biaya medis langsung. Perbandingan rerata biaya berdasarkan jenis kelamin dan status komorbiditas dianalisis menggunakan <em>independent t-test</em>, sedangkan kelompok usia dan stadium hipertensi dianalisis menggunakan <em>one-way ANOVA</em> dengan tingkat kemaknaan 0.05. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (66.7%), berusia 51–60 tahun (37.5%), mengalami hipertensi stadium 2 (41.7%), dan memiliki komorbiditas (83.3%). Total biaya medis langsung sebesar Rp13.334.346 dengan rerata biaya Rp185.198 per kunjungan. Komponen biaya terbesar berasal dari obat (43.72%), diikuti pemeriksaan laboratorium (29.26%) dan konsultasi dokter spesialis (26.99%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan biaya medis langsung yang bermakna berdasarkan jenis kelamin (<em>p</em> = 0.385), kelompok usia (<em>p</em> = 0.417), stadium hipertensi (<em>p</em> = 0.935), maupun status komorbiditas (<em>p</em> = 0.361). Kesimpulan penelitian bahwa biaya pelayanan hipertensi rawat jalan didominasi oleh biaya pengobatan.</p>2026-08-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Endang Sunariyanti, Murhasdi Murhasdi, Nuriyatul Fhatonahhttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/334Dampak Celah Bibir dan Langit-Langit terhadap Kualitas Hidup Anak: A Scoping Review of Nutritional, Speech, and Psychosocial Outcomes2026-06-25T04:59:15+07:00Ruby Riana Aspariniruby@umm.ac.idAnnisa’ Hasanahnisa.dr28@gmail.comNatasya Putri Nadia Lubisnatasyaputri14012004@gmail.com<p>Kejadian Celah bibir dan langit-langit (CBL) di dunia sekitar 1-2 per 1000 kelahiran bayi yang hidup setiap tahunnya dengan kejadian tertinggi terjadi pada masyarakat di daerah Asia yaitu sekitar 1 per 500 kelahiran bayi yang hidup setiap tahunnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek dari celah bibir dan langit-langit terhadap kualitas hidup anak berdasarkan scoping review. Penelitian deskriptif dengan menggunakan metode Scoping Review. Sampel penelitian diperoleh dari jurnal yang sudah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan metode PRISMA. Database yang digunakan untuk melakukan pencarian literatur berupa Pubmed, Cochrane, Science direct dan Google Scholar. Hasil: Terdapat efek CBL terhadap kualitas hidup anak. Dari total 25 studi yang diidentifikasi, diantaranya terdapat 8 studi yang memengaruhi asupan nutrisi, 10 studi menunjukkan terdapat gangguan bicara, dan 12 studi memengaruhi kesejahteraan psikososial. Beberapa jurnal yang di review memiliki desain penelitian observasional dengan variasi metode yang cukup lebar. Namun, perbedaan fokus penelitian, keterbatasan data rinci, serta variasi desain observasional pada jurnal yang direview menimbulkan potensi bias dan membatasi generalisasi temuan, sehingga interpretasi hasil perlu dilakukan dengan hati-hati. Anak dengan CBL menghadapi masalah kompleks berupa kesulitan makan, gangguan bicara, dan tantangan psikososial yang berdampak pada kualitas hidup. Kesulitan makan memengaruhi nutrisi dan pertumbuhan, sedangkan gangguan bicara menghambat komunikasi serta partisipasi sosial. Stigma dan kurangnya penerimaan juga menurunkan kesejahteraan psikososial.</p>2026-07-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Ruby Riana Asparini, Annisa’ Hasanah, Natasya Putri Nadia Lubishttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/337Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet Rendah Natrium pada Lansia Penderita Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar2026-06-25T05:02:47+07:00Umairoh Rahayuumairohrahayu689@gmail.comAdila Firayantiadilafirayanti02@gmail.comNada Naflah nadanaflah237@gmail.comRaihana Syafira raihanasyafira19@gmail.comDhaivina Zahira dhaivinaz@gmail.comTiarnida Nababantiarnidanababan@unprimdn.ac.id<p>Pengendalian hipertensi memerlukan kepatuhan terhadap terapi farmakologis dan modifikasi gaya hidup, termasuk penerapan diet rendah natrium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga terhadap kedisiplinan diet rendah natrium pada kelompok lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kuta Malaka Kabupaten Aceh Besar pada Januari–Maret 2025. Populasi penelitian sebanyak 390 lansia penderita hipertensi dan diperoleh sampel sebanyak 79 responden menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet rendah natrium yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p<0.05 dan estimasi <em>Prevalence Ratio</em> (PR. Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kedisiplinan diet rendah natrium (p=0.002). Lansia yang memperoleh dukungan keluarga baik memiliki kemungkinan 2.28 kali lebih besar untuk patuh menjalankan diet rendah natrium dibandingkan lansia yang memperoleh dukungan keluarga kurang (PR=2.28; 95%CI=1.15–4.50).Dukungan keluarga berhubungan secara signifikan dengan kedisiplinan diet rendah natrium pada lansia penderita hipertensi.</p>2026-07-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Umairoh Rahayu, Adila Firayanti, Nada Naflah , Raihana Syafira , Dhaivina Zahira , Tiarnida Nababanhttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/331Hubungan Usia, Lama Menderita Diabetes, dan Penyakit Penyerta dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Bina Kasih Medan2026-06-03T09:49:16+07:00Siti Raudahsraudah149@gmail.comJentris Hellful Zebuajentriszebua@gmail.comJumarni Jumarnitaniaaryodilla@gmail.comTania Aryodilajumarniaja37@gmail.comEvalatifah Nurhayatievalatifahnurhayati@unprimdn.ac.id<p>Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat mempengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan sosial sehingga berdampak terhadap kualitas hidup penderitanya. Karakteristik pasien seperti umur, durasi diabetes melitus, dan penyakit penyerta diduga memiliki hubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di RSU Bina Kasih Medan. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 70 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 50–59 tahun sebanyak 39 orang (55.7%), memiliki durasi diabetes melitus sedang sebanyak 47 orang (67.1%), tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 40 orang (57.1%), dan memiliki kualitas hidup kurang sebanyak 25 orang (35.7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara umur dengan kualitas hidup (p = 0.150), tidak terdapat hubungan antara durasi diabetes melitus dengan kualitas hidup (p = 0.359), dan tidak terdapat hubungan antara penyakit penyerta dengan kualitas hidup (p = 0.387). Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik pasien yang meliputi umur, durasi diabetes melitus, dan penyakit penyerta tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Kualitas hidup penderita diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional seperti kemampuan adaptasi, dukungan keluarga, kepatuhan terapi, dan kondisi psikologis.</p>2026-06-25T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Siti Raudah, Jentris Hellful Zebua, Jumarni Jumarni, Tania Aryodila, Evalatifah Nurhayatihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/347Pengaruh Substitusi Tepung Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Sebagai Pewarna Alami terhadap Sifat Organoleptik Bolu Kukus2026-07-21T05:45:39+07:00Rina Ayu Agustinrinaayuagustin138@gmail.comWa Ode Salmasalmawaode849@gmail.comIrma Yunawatiirmayunawati@uho.ac.id<p>Kulit buah naga merah (<em>Hylocereus polyrhizus</em>) mengandung pigmen betalain dan berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada produk pangan, termasuk bolu kukus. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh substitusi tepung kulit buah naga merah sebagai pewarna alami terhadap sifat organoleptik bolu kukus serta menentukan formulasi yang paling disukai panelis. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan empat perlakuan, yaitu substitusi tepung kulit buah naga merah sebesar 0%, 5%, 10%, dan 15%. Setiap perlakuan dilakukan tiga kali pengulangan. Uji organoleptik dilakukan terhadap 30 panelis tidak terlatih menggunakan skala hedonik 5 poin untuk menilai warna, aroma, rasa, tekstur, dan penerimaan keseluruhan. Data dianalisis menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD pada tingkat kemaknaan p < 0.05. Rata-rata skor warna tertinggi diperoleh pada perlakuan 10% (4.47 ± 0.51) dengan perbedaan yang signifikan antar perlakuan (p = 0.001). Skor aroma tertinggi juga ditemukan pada perlakuan 10% (4.20 ± 0.61), namun tidak berbeda signifikan (p = 0.087). Rata-rata skor rasa tertinggi terdapat pada perlakuan 10% (4.37 ± 0.49; p = 0.012), demikian pula tekstur (4.30 ± 0.53; p = 0.021) dan penerimaan keseluruhan (4.42 ± 0.45; p = 0.003). Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa perlakuan 10% memiliki tingkat penerimaan keseluruhan yang lebih baik dibandingkan sebagian besar perlakuan lainnya. Kesimpualan penelitian bahwa substitusi tepung kulit buah naga merah memengaruhi sifat organoleptik bolu kukus dan formulasi dengan tingkat substitusi yang sesuai menghasilkan tingkat penerimaan konsumen yang lebih baik.</p>2026-08-18T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Rina Ayu Agustin, Wa Ode Salma, Irma Yunawatihttps://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/339Gambaran Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Trimester I Berdasarkan Karakteristik Maternal di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta2026-07-07T18:42:51+07:00Shella Shellaselahana43@gmail.comFathiyatur Rohmah fathiyaturohmah@unisayogya.ac.id<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama di negara berkembang, karena berdampak terhadap kesehatan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kejadian anemia pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta berdasarkan karakteristik maternal. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis periode Januari 2024–Desember 2025. Sampel penelitian sebanyak 91 ibu hamil trimester I dengan anemia yang diambil menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil mengalami anemia ringan sebanyak 77 orang (85%), anemia sedang 13 orang (14%), dan anemia berat 1 orang (1%). Berdasarkan karakteristik maternal, sebagian besar ibu berada pada usia tidak berisiko (20–35 tahun) sebanyak 78 orang (86%), primipara 31 orang (34%), status gizi normal (LILA ?23,5 cm) sebanyak 70 orang (77%), pendidikan menengah 53 orang (58%), bekerja 48 orang (53%), serta tidak memiliki riwayat abortus sebanyak 82 orang (90%). Kejadian anemia pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Tegalrejo Yogyakarta didominasi oleh anemia ringan dan banyak terjadi pada kelompok ibu dengan karakteristik yang secara teoritis tidak berisiko. Hal ini menunjukkan bahwa anemia pada kehamilan bersifat multifaktorial dan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor risiko klasik.</span></p>2026-08-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Shella Shella, Fathiyatur Rohmah https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/342Faktor - Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping2026-07-15T06:29:28+07:00Yunita Yunitayunitaanaana473@gmail.comFitnaningsih Endang Cahyawati fitnaningsihbidan@gmail.com<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Ketuban pecah dini merupakan salah satu komplikasi obstetri yang dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Berbagai faktor maternal diduga berhubungan dengan kondisi ini, di antaranya anemia, infeksi saluran kemih, dan malpresentasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan anemia, infeksi saluran kemih, dan malpresentasi dengan tipe ketuban pecah dini pada ibu bersalin di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data rekam medis ibu bersalin yang mengalami ketuban pecah dini selama Januari 2023–Desember 2025. Sampel berjumlah 140 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Sebagian besar responden mengalami ketuban pecah dini aterm (61.4%). Anemia ditemukan pada 46.4% responden, sedangkan seluruh responden tidak mengalami infeksi saluran kemih dan 20.7% mengalami malpresentasi. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara anemia dan tipe ketuban pecah dini (p=0.035). Tidak terdapat hubungan antara malpresentasi dan tipe ketuban pecah dini (p=0.437), sedangkan hubungan infeksi saluran kemih tidak dapat dianalisis karena tidak ditemukan kasus infeksi saluran kemih pada seluruh responden. Kesimpulan penelitian bahwa anemia berhubungan dengan tipe ketuban pecah dini, sedangkan infeksi saluran kemih dan malpresentasi tidak menunjukkan hubungan pada populasi penelitian.</span></p>2026-08-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Yunita Yunita, Fitnaningsih Endang Cahyawati https://ojs.nchat.id/index.php/nchat/article/view/345Pengaruh Penambahan Powder Kitosan Scylla olivacea terhadap Porositas dan Ukuran Pori Basis Gigi Tiruan Akrilik Heat Cured2026-07-21T05:42:15+07:00Dena Mustika Sarisaridenamustika@gmail.conAnindita Apsarianindita.apsari@hangtuah.ac.idKristanti Parisihnikristanti.parisihni@hangtuah.sc.idVivin Ariestaniavivin.ariestania@hangtuah.ac.idWidaningsih Widaningsihwidaningsih@hangtuah.ac.idMeinar Nur Ashrinmeinar.ashrin@hangtuah.ac.idRizko Wira Artha Megantararizko.megantara@hangtuah.ac.id<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Garamond',serif;">Penambahan kitosan dari cangkang kepiting bakau jingga (Scylla olivacea) berpotensi digunakan sebagai filler untuk memperbaiki karakteristik resin akrilik. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh penambahan powder kitosan cangkang kepiting bakau jingga terhadap porositas dan ukuran pori basis gigi tiruan resin akrilik heat cured. Penelitian menggunakan desain true experimental laboratory dengan post-test only control group design. Sebanyak 18 spesimen resin akrilik heat cured dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kontrol tanpa kitosan, kelompok kitosan 0.26%, dan kelompok kitosan 0.52%. Porositas diukur menggunakan metode perbedaan massa kering dan massa basah setelah perendaman aquadest, sedangkan ukuran pori diamati secara deskriptif menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Data porositas dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, Levene Test, One-Way ANOVA, dan Post Hoc LSD pada tingkat kemaknaan 5%. Rerata porositas kelompok kontrol, kitosan 0.26%, dan kitosan 0.52% berturut-turut adalah 9.500 ± 1.795%; 11.717 ± 5.470%; dan 13.950 ± 2.246%. Hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok (p = 0.131). Berdasarkan pengamatan SEM, rerata ukuran pori pada kelompok kontrol, kitosan 0.26%, dan kitosan 0.52% berturut-turut sebesar 6.88 µm, 43.93 µm, dan 74.57 µm. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa penambahan powder kitosan cangkang kepiting bakau jingga pada konsentrasi yang diteliti tidak berpengaruh signifikan terhadap porositas basis gigi tiruan resin akrilik heat cured, sedangkan hasil pengamatan SEM menunjukkan kecenderungan peningkatan ukuran pori seiring meningkatnya konsentrasi kitosan.</span></p>2026-08-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Dena Mustika Sari, Anindita Apsari, Kristanti Parisihni, Vivin Ariestania, Widaningsih Widaningsih, Meinar Nur Ashrin, Rizko Wira Artha Megantara